Connect with us
Update Now

Investigasi

Wowww…Balikin Duit Korupsi 169 M, Samadikun Masih Tajirrrrr Melintirrr…

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 254,031 kali

Jakarta – Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Tony Spontana mengatakan penyerahan uang Rp 87 miliar Samadikun Hartono bukan berasal dari penjualan aset yang disita oleh Kejaksaan. Ia juga menyatakan pelunasan uang tersebut menandakan kasus ini telah tuntas dari segi pembayaran uang pengganti dan denda.

“Pertama ini murni pembayaran Rp 87 miliar sekian bukan dari penjualan aset yang disita, clear. Kemudian kedua sebetulnya ini bukan dibayar cash ya. Jadi oleh yang bersangkutan telah ditransfer ke rekening bank mandiri dan ini kami memastikan sebagai simbol untuk simbolis saja uang ini sudah pasti masuk ke rekening bank mandiri dan saya harus pastikan juga akan disetorkan ke kas negara,” kata Tony kepada wartawan saat konferensi pers di Gedung Plaza Mandiri, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (17/5/2018).

Baca juga: Samadikun Lunasi Total Uang Pengganti Kasus BLBI Rp 169 Miliar

Tony menegaskan saat ini Samadikun Hartono sudah tidak ada lagi sangkut paut dengan aset yang disita oleh Kejaksaan. Sebab, telah membayar lunas uang sisa korupsinya yang sebesar Rp 169.472.960.461.

“Ini artinya dengan pelunasan dengan kewajiban melunasi uang pengganti berdasarkan putusan pengadilan, ini berarti sudah tidak ada sangkut paut lagi dengan aset-aset yang bersangkutan, sudah selesai kewajiban dia,” tegasnya.

Ia menjelaskan tugasnya saat ini hanya selaku eksekutor menyerahkan uang sisa korupsi tersebut ke negara. Tony juga mengatakan kalau terpidana Samadikun saar ini masih berada di Lembaga Permasyarakatan menjalani sisa hukumannya.

“Namanya kan ini putusan sudah inkrah dan kejaksaan selaku eksekutor telah melakukan eksekusi baik terhadap pidana penjaranya, pidana badan yang sekarang yang bersangkutan masih di dalam lembaga permasyarakatan. Uang pengganti dan denda sehingga kasusnya bisa dikatakan tuntas, selesai,” jelas dia.

Baca juga: Penampakan Tumpukan Uang Senilai Rp 87 M

Selain itu, Tony juga merincikan awal mula Samadikun melakukan pembayaran denda kepada Kejaksaan yang dilakukan dengan cara menyicil biaya denda tersebut.

“Sejak tahun 2016 terpidana telah membayar pertama sebanyak Rp 41 miliar, kemudian 2017 sebanyak dua kali yaitu Rp 20 miliar dikalikan dua dan pada awal 2018 sebesar Rp 1 miliar, lalu pada hari ini yang bersangkutan telah melunasi membayar kali terakhir kewajiban kepada negara sebesar Rp 87.472.960.461 miliar, secara resmi sudah saya serahkan bayaran ini melalui Bank Mandiri untuk selanjutnya disetorkan ke kas negara,” paparnya.

Dengan dibayarnya uang pengganti dan denda ini, Samadikun tinggal menjalani hukuman penjara selama 4 tahun.

Berita ini sudah dilihat 64 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 112
  • Page views today : 145
  • Total visitors : 547,587
  • Total page view: 1,133,012