Connect with us
Update Now

Sahibar Banua

Waspada Hari Ini, 7 Daerah Bakal Diguyur Hujan Petir

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 406,534 kali

Sahibar Banua – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Minggu (12/1) kemarin mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di Banua. Dalam rilis mereka, masyarakat di tujuh daerah diminta waspada terhadap potensi hujan petir pada hari ini (13/1). Yakni di Kabupaten Tanah Laut, Kotabaru, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Tabalong dan Tanah Bumbu. Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Rimelda Yuni Hasteti mengatakan, selain di tujuh daerah tersebut. Masyarakat di wilayah lain juga perlu berhati-hati, karena juga berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai angin kencang. “Yang berpotensi ialah Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Batola dan HST,” katanya. Dia menjelaskan, cuaca ekstren masih terjadi lantaran adanya pola angin konvergensi di wilayah Kalimantan Selatan yang menyebabkan penumpukan massa udara. “Hal ini didukung juga dengan kelembaban yang cukup basah, sehingga berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan yang dapat mendukung kondisi cuaca esok (hari ini) hujan disertai petir,” ujarnya. Maka dari itu, menurutnya Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat waspada terhadap kondisi cuaca saat ini.

Bencana di Kalsel kini seakan jadi langganan (dok, Bpost)

“Kami rutin mengeluarkan peringatan dan imbauan ke masyarakat,” bebernya. Berkaitan dengan peringatan dari BMKG tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Wahyuddin mengimbau agar masyarakat berhati-hati. “Kalau bisa hindari kegiatan yang rawan terkena petir,” imbaunya. Dia menyebut, kegiatan yang harus dihindari agar tidak terkena petir yakni, tidak berjalan di area hamparan lahan terbuka dan di bawah tiang listrik. “Selain itu, jangan berteduh di bawah pohon. Matikan HP dan perangkat yang ada aliran listriknya saat hujan deras. Serta, segera membungkuk dan peluk lutut bila ada potensi petir akan menyambar,” sebutnya. Sementara itu, untuk mengantisipasi bencana alam di Banua, dia menyampaikan, Kamis (2/1) tadi BPBD Kalsel telah menetapkan status bencana siaga darurat dan membentuk Satgas Banjir. “Meski dinamai Satgas Banjir, tapi satgas ini fokusnya mengantisipasi tiga jenis bencana. Yakni,banjir, longsor dan puting beliung,” ungkapnya. Selain Pemprov Kalsel, dia menuturkan bahwa hingga saat ini sudah ada empat kabupaten yang juga menetapkan status siaga darurat. Yakni, Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin, Banjar dan Batola. “Tapi, bagi daerah lain yang belum menetapkan siaga darurat juga harus siaga. Sebab, Pemprov Kalsel sudah menetapkan siaga,” tuturnya. Lanjutnya, Pemprov Kalsel juga sudah menyebar surat edaran Gubernur Kalsel Sahbirin Noor untuk bupati dan walikota agar melakukan antisipasi bencana. “Antisipasi yang dimaksud yaitu, mengerahkan personel dan peralatan dari SKPD terkait masing-masing daerah untuk membantu masyarakat yang terkena musibah,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Kesatuan Bangsa dan Politik (PB Kesbangpol) Kabupaten HSS, Efran mengatakan alat pendeteksi dini banjir atau EWS milik Pemprov Kalsel telah terpasang di Dusun Muara Hatib, Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado, tepatnya di tepi Sungai Amandit. “EWS merupakan alat mendeteksi kenaikan debit air sungai. Jika ada indikasi bahaya alat akan mengirim pesan instan berupa short message service (SMS),” ujarnya kepada wartawan. Pada sistem peringatan dini banjir, jika terjadi ketinggian air melebihi batas normal, maka alat akan mengirimkan pemberitahuan peringatan ke Badan PB Kesbangpol dan selanjutnya bisa diumumkan ke masyarakat. “Informasinya tidak langsung sampai ke masyarakat. Harus berdasarkan keputusan tepat dan tidak sembarangan. Supaya tidak membikin masyarakat resah,” sebutnya. Idealnya, Kabupaten HSS harus memiliki tiga EWS yang tersebar di beberapa Kecamatan. “Satu unit di Kecamatan Loksado dan satu unit lagi di Kecamatan Padang Batung,” harap Efran. Dia mengatakan pihaknya sudah mengajukan penambahan EWS ke Pemprov.
Sumber: kalsel.prokal.co dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 78 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 82
  • Page views today : 87
  • Total visitors : 553,413
  • Total page view: 1,139,818