Connect with us
Update Now

Hulu Sungai Selatan

Warga HSS Keluhkan Tambang Liar Batubara Sebabkan Pendangkalan Sungai dan Airnya Keruh

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 255,811 kali

Alat berat yang mogok ditemukan Tim Satgas Peti (dok, Satgas Peti-Bpost)

BêBASbaru.com, HULU SUNGAI SELATAN – Penambang batu bara tanpa izin (peti) merambah wilayah PKP2B PT Antang Gunung Meratus (AGM) tak hanya di desa Madang, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten HUlu Sungai Selatan.

Tapi juga di Desa Malilingin, Batu Laki. Bahkan informasi yang diperoleh penambangan illegal di sana telah ada sebelum di Desa Madang.

Terkait maraknya Peti tersebut, Pengacara PT AGM Suhardi, yang dikonfirmasi via telepon Kamis (5/11/2020) mengatakan, saat patroli bersama Direktorat Pengamanan Objek Vital Satgas  Polda Kalsel Satgas Peti AGM menemukan alat berat. Namun, alat berat tersebut setelah diperiksa mogok.

“Karena tidak bisa diperbaiki, tim Satgas meninggalkan surat peringatan untuk pemiliknya yang diselipkan di alat berat tersebut,”kata Suhardi. Adapun surat tersebut berupa perintah untuk segera mengeluarkkan alat berat dari area tambang. Dijelaskan, alat berat tersebut ditemukan di blok 2 dan 3 area PKP2B di perbatasan HSS-Tapin saat menyisiran bersama warga setempat.

Alat berat tipe SY 215 itu sedang parkir di Tambak Pipi’I Desa Batu Laki Kecamatan Padang Batung, HSS yang masuk kawasan hutan produksi. Saat hendak dibawa sebagai barang bukti, mesin tak bisa dihidupkan oleh mekanik yang dibawa ke lokasi.

Suhardi mengatakan, dengan maraknya Peti di area PKP2B PT AGM tersebut, pihak perusahaan sangat dirugikan. Terutama dari sisi komitmen reklamasi serta pajak yang tiap tahun di bayar sebagai pemegang izin. Mengenai berapa hektare lahan PT AGM yang sudah dirambah penambang illegal, Suhardi menyatakan pemantauan dilakukan dengan mengambil titik koordinat lapangan.

“Jadi untuk data secara luasan tak bisa menyebutkan,”katanya. Penambangan tanpa izin di HSS ditengarai sudah berlangsung lama. Kades Malilingin Suyono mengatakan urusan peti, masyarakat tidak begitu paham.

Namun, yang dikeluhkan dan dirasakan masyarakat justru kondisi air sungai yang sering keruh dan diduga tercemar limbah tambang batu bara. Diakui selama ini masyarakat tak pernah melaporkan adanya peti, karena ketidak mengerti.

Mengenai sikap pemerintah desa sendiri, Suyono mengatakan, sudah meminta pihak penambang agar aktivitas mereka tak mencemari sungai. ‘Ternyata diminta bikin bendungan saja, pipanya belum, perusahaannya sudah kabur. Itulah keadaannya di Maliling,”ungkap Kades.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Areal Tambang Dikepung Peti, Satgas Temukan Alat Berat Mogok di Batu Laki)

Berita ini sudah dilihat 154 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 4
  • Page views today : 4
  • Total visitors : 547,772
  • Total page view: 1,133,217