Connect with us
Update Now

Kotabaru

Warga di Kotabaru Manfaatkan Sumber Air di Bekas Tambang, Tapi Dilarang Untuk Air Minum!

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 423,458 kali

Ilustrasi, air bekas galian tambang batubara tetap berbahaya untuk di konsumsi (dok, hiajuku.com)

BêBASbaru.com, KOTABARU – Bekas tambang batu bara di Desa Sungai Seluang, Kecamatan Kelumpang Utara, kawasan Pudi, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menjadi satu titik sumber air yang dinanti masyarakat ketika musim kemarau. Sudah banyak masyarakat yang tadinya ke sungai, karena kering dan kemarau, kini memanfaatkan air di titik itu. Mereka pasang pipa paralon dan kemudian disedot pakai mesin, disalurkan ke rumah-rumah. Kolam besar bekas tambang disebut void Manggis Arutmin Senakin. Dari void itu, mampu menampung jutaan liter air. Luasannya 70 hektare. Kini, menjadi semi waduk yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh masyarakat dan pengelola, air di void eks tambang Arutmin itu disedot pakai pompa bermesin, dialirkan sejauh 500 meter. Air kemudian ditampung di penampungan sebanyak 8 tong besar ukuran 5.500 liter. Selanjutnya, dimanfaatkan warga 5 RT.  “Biasanya cuci piring, mandi dan WC kakus, memanfatkan air sungai. Tapi kalau kemarau, sungai kering. Untungnya ada air dari lubang bekas galian tambang,” kata Anis, warga setempat. Meski begitu, warga  tetap disarankan tidak untuk konsumsi. Kalau minum, terpaksa beli air galon. Pengelola distribusi air dari void, Syahrani, menjelaskan, warga memanfaatkan sekitar 400 liter per hari. “Lima RT, penduduk 250 jiwa yang sudah memanfaatkan air ini untuk MCK. Lima RT tersebut adalah RT 1, 2, 3, 4 dan 5,” kata Syahrani. Terpisah, Eksternal Affair PT Arutmin Indonesia Senakin Kotabaru, Syamsir Alam, Minggu (30/8/2020), menjelaskan memang sementara ini pemanfaatan air eks galian tambang ini untuk keperluan masyarakat. “Untuk sarana air ini, berjalan mulai tahun 2018. Semula hanya 90 orang. Namun sekarang rupanya jadi tumpuan warga di desa itu,” ujarnya. Dia pun berharap, ke depan, bisa disalurkan sampai ke ibukota kecamatan. “Selain itu, rencana kedepan, air di bekas galian tambang ini diarahkan untuk irigasi sawah, tempat wisata dan usaha perikanan,” sebutnya. Memang untuk membangunya tidak mudah, karena itu bisa bekerjasama dengan pihak ke tiga atau pemerintah untuk merealisasikan hal ini. Selain pengembangan pemanfaatan air bekas tambang, pihak Arutmin di Kabupaten Tanahlaut juga akan mengembangkan pengelolaan sapi ternak di areal bekas tambang. Hal ini direspons Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan (Disbunnak). Kepala Disbunak Kalsel, Suparmi, meninjau lokasi tersebut yang rencananya untuk pengembangan sapi potong. “Disbunak Kalsel berupaya untuk melakukan pengembangan tidak hanya melalui integrasi di lahan perkebunan dan pertanian, tapi juga integrasi di lahan eks tambang dan ini menarik,” tandas Suparmi. Disebutkan, saat ini populasi sapi di Kalsel sebanyak 181.547 ekor. Untuk tercapainya swasembada sapi, perlu peingkatan populasinya. Tidak hanya untuk Kalsel, tapi juga provinsi tetangga. “Serta, penyangga keperluan daging sapi untuk ibu kota negara yang baru nantinya,” kata Suparmi.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Warga di Kabupaten Kabupaten Kotabaru Ini Manfaatkan Sumber Air di Bekas Tambang)

Berita ini sudah dilihat 326 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA