Connect with us
Update Now

Sahibar Banua

Warga Bakar Lahan Sawah, Banjarmasin pun Terkurung Asap

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 118,917 kali

Sahibar Banua – Kabut asap yang melanda Banjarmasin diduga kuat berasal dari kebakaran lahan persawahan. Namun begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel cukup dilema untuk mengatasi kebakaran ini. “Kabut asap yang terjadi ini kiriman dari Pemangkih, karena arah angin-nya dari sana, banyak yang membakar lahan sawah (membakar jerami padi) pada malam hari,” ujar Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin kepada apahabar.com saat ditemui di kantornya, Rabu (23/10). Otomatis pembakaran lahan malam berimbas pada timbulnya kabut asap di pagi hari. “Membakar lewat dari jam 9 malam, embun sudah turun jadi asapnya tidak bisa naik dan jadi-lah kabut asap,” ujar dia. Banjarmasin menjadi daerah terdampak kabut asap ini. “Masyarakat yang membakar pehumaan (persawahan), itu ada di Alalak, Aluh-Aluh, Tambak Buluh, jadi Banjarmasin terkurung,” lanjutnya. Menjadi dilema ketika sejumlah pemerintah daerah masih belum berinovasi untuk menggantikan kearifan lokal tersebut. Petani masih membakar jerami padi untuk dijadikan pupuk. “Itu dilema-nya, dan minggu ini banyak dilakukan petani Batola, Tapin, Tanah Laut, dan Kabupaten Banjar. Selebihnya di Lingkar Selatan, Pal 17 dan area gunung,” ujarnya memerinci. Dia mengakui bahwa tidak sepenuhnya pembakaran lahan persawahan yang dilakukan petani tersebut salah. “Menurut perundang-undangan Lingkungan Hidup pembakaran lahan persawahan seluas 2 hektar boleh dengan tujuan kearifan lokal namun harus membuat batasan tertentu,” paparnya. Aturan dimaksud adalah UU 32 Tahun 2009 Pasal 69. Per-kepala keluarga diperbolehkan melakukan pembakaran lahan. Namun dengan luas maksimal dua hektare. Termasuk membuat garis batas api agar tidak menjalar ke wilayah lain. “Kalau merembet keluar batasan atau sampai kena rumah mereka dapat ditindak,” tegasnya. Sebenarnya dulu para petani sudah mematuhi untuk tidak membakar lahan (jerami padi). Namun setelah itu tidak dilakukannya, terjadi penurunan hasil yang cukup signifikan. “Mereka sudah mematuhi dulu tapi hasilnya anjlok 40 persen-an akhirnya mereka kembali membakar,” tandas Wahyuddin. Mencari solusi dari permasalahan ini, menurutnya tidak bisa BPBD sepihak. Butuh campur tangan pihak lain. “Harusnya jawabannya ada dari Dinas Pertanian bukan dari BPBD, tentang bagaimana hasil produksi mereka itu agar tidak menurun karena tidak dibakar,” ujarnya mengakhiri. Di Banjarmasin, pantauan apahabar.com pada Rabu (23/10), kabut asap muncul sebelum matahari terbit. Dari malam hingga menjelang pagi hari. Lepas pagi, asap mulai menipis seiring kemunculan matahari, menyebar di seputaran jantung ibu kota Kalsel. Wali Kota Ibnu Sina menyebut kabut asap di Banjarmasin adalah kiriman dari daerah luar. Kabut asap datang akibat pengaruh dan dorongan angin. “Ini memang tidak kita duga, tapi tidak semua (wilayah) di Kota Banjarmasin kena dampak,” kata Ibnu ditemui apahabar.com di Restoran Lima Rasa, Rabu siang. Ibnu pun ikut mengerahkan bala bantuan ke daerah tetangga. Terdiri dari Balakar, BPK, BPBD, dan Damkar Banjarmasin. Mereka mengisi Posko Terpadu Karhutla. Posko dibuka sampai akhir Oktober nanti. Hasilnya, BPBD Banjarmasin menemukan titik-titik api, salah satunya di kawasan Tatah Makmur, Banjar. “Karena ini lahan gambut. Kecuali musim hujan baru benar-benar bisa dipadamkan,” tambah Kepala BPBD Banjarmasin M Ilmi. Serangan kabut asap diprediksi baru akan berakhir pada akhir Oktober nanti atau saat memasuki musim penghujan.
Sumber: apahabar.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 29 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 70
  • Page views today : 71
  • Total visitors : 531,242
  • Total page view: 1,114,974