Connect with us
Update Now

Headline

Wapres KH Ma’ruf Amin ‘Tak Berfungsi’, Jubirnya Bilang Tak Ingin Ada Matahari Kembar

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 246,258 kali

Wapres Maruf Amin dianggap tak ada fungsinya, kecuali ban serep (dok, swaranesia)

BêBASbaru.com, INVESTGASI– Wakil Presiden Ma’ruf Amin diklaim tak menginginkan ada ‘matahari kembar’ dalam pemerintahan saat ini. Tugasnyapun lebih kepada mengoordinasikan para menteri.

Hal itu dikatakan untuk merespons hasil riset Institute For Development of Economics and Finance (Indef) yang menyebut Ma’ruf ibarat ban serep seperti pada masa Orde Baru.”KMA (Kiai Ma’ruf Amin) memang mengambil posisi tidak ingin ada matahari kembar. Ia membuat kiasan dengan main badminton dobel. Satu ke depan, satu ke belakang. Satu ke kanan, satu di tengah atau kiri,” kata Masduki kepada CNNIndonesia.com, Senin (16/11).

Masduki menegaskan bahwa peran utama wapres menurut peraturan perundang-undangan adalah membantu presiden. Ia menegaskan bahwa pelbagai keputusan penting ada di tangan presiden. Sementara eksekusi kebijakan berada di tangan menteri teknis terkait.

“Maka Wapres itu adalah posisinya mengkoordinasi pekerjaan-pekerjaan di kementerian. Itu pun setelah diberi tugas oleh presiden. Secara UU di mana-mana gitu,” kata Masduki. Lebih lanjut, Masduki juga membeberkan selama ini wapres kerap kali memainkan peran strategis untuk menindaklanjuti keputusan presiden. Fungsi koordinasi, monitoring, dan evaluasi program atau kebijakan diambil oleh wapres.

Bahkan, lanjut dia, wapres sudah banyak berperan memberi masukan sebelum suatu keputusan diterbitkan presiden. “Tentu peran ini tidak terkait langsung dengan publik. Banyak juga yang tidak termonitor publik,” kata Masduki.

Tak hanya itu, Masduki mengklaim wapres selama ini telah bekerja keras menggerakkan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Menurutnya, wapres tengah berfokus pada empat aspek membangun ekonomi syariah yakni penguatan lembaga keuangan syariah, industri halal, dana sosial Islam (zakat, infak, sedekah, wakaf), dan penguatan bisnis usaha berbasis syariah.

“Itu semua bagian upaya penguatan ekonomi kerakyatan. Basisnya UMKM. Di kalangan yang konsen pada bidang ini, peran wapres sebagai Ketua Harian KNKES, sangat terasa,” kata dia. Dalam riset Indef sebelumnya menyebut Ma’ruf tidak populer dan ibarat ban serep seperti masa Orde Baru. Sikap, kebijakan, pandangan, dan pemikiran Ma’ruf tak banyak dibahas di media sosial. “Ini mengindikasikan wakil presiden terlihat seperti ban serep pada masa Orde Baru,” tulis Indef dalam pernyataan tertulisnya.

Sumber: CNNIndonesia.com dan berbagai sumber (dengan judul: Jubir Soal ‘Ban Serep’: Wapres Tak Ingin Ada Matahari Kembar)

Berita ini sudah dilihat 450 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 2 
  • Visitors today : 310
  • Page views today : 361
  • Total visitors : 547,023
  • Total page view: 1,132,373