Connect with us
Update Now

Headline

Walaupun Kader PDIP Jokowi Ngaku Ogah Lindungi Mensos yang Terseret Kasus Suap Bansos

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 411,644 kali

Julairi Batubara adalah pengurus teras DPP PDIP, tapi Jokowi tegaskan tak mau bantu (dok, detik.com)

BêBASbaru.com, NASIONAL – Sikap tegas langsung disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara menjadi tersangka KPK. Jokowi menyatakan tak akan melindungi Juliari.

Pernyataan Presiden itu disampaikan lewat video yang diunggah di Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (6/12/2020) pagi. Jokowi memberi pernyataan usai KPK menggelar jumpa pers pada dini hari yang menetapkan Juliari menjadi tersangka.

Juliari sebelumnya menyerahkan diri pada pukul 02.50 WIB dini hari tadi. Selain Juliari ada seorang lagi bernama Adi Wahyono yang juga menyerahkan diri dan berlanjut dengan penahanan.

Sebelumnya ada 3 orang yang lebih dulu ditahan dengan status tersangka yaitu Matheus Joko Santoso, Ardian IM, dan Harry Sidabuke. Matheus dan Adi merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial (Kemensos. Sedangkan 2 nama lainnya yaitu Ardian dan Harry berasal dari swasta sebagai pemberi suap.

Usai ditetapkan sebagai tersangka kasus suap bansos Corona Mensos Juliari Batubara tinggalkan gedung KPK. Ia akan ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur

Berikut poin-poin pernyataah Presiden Jokowi soal Mensos Juliari tersangka:

Hormati Proses di KPK

Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait ditetapkannya Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait bantuan sosial (bansos) virus Corona (COVID-19). Jokowi menghormati proses hukum yang tengah berjalan. “Ya tentunya kita menghormati proses hukum yang tengah berjalan di KPK,” kata Jokowi.

Jokowi percaya KPK bekerja profesional dan transparan. Dia menghormati proses di KPK sehingga tidak akan melindungi Mensos Juliari Batubara yang terjerat kasus korupsi.

“Saya tidak akan melindungi yang terlibat korupsi,” ucap Jokowi. “Perlu juga saya sampaikan bahwa saya sudah ingatkan sejak awal kepada para menteri Kabinet Indonesia Maju jangan korupsi sejak awal. Sejak awal,” kata Jokowi.

Jokowi juga mengatakan sudah berulang kali mengingatkan para pejabat negara berhati-hati menggunakan APBN dan APBD. Sebab, APBN dan APBD merupakan uang rakyat, terlebih lagi dalam urusan bansos Corona.

“Saya berulang kali saya mengingatkan ke semua pejabat negara baik itu menteri, gubernur, bupati, wali kota dan semua pejabat untuk hati-hati dalam menggunakan uang dari APBD kabupaten/kota, APBD Provinsi dan APBN itu uang rakyat. Apa lagi ini bansos dalam rangka penanganan COVID dan pemulihan ekonomi nasional,” tutur Jokowi.

Mensos Juliari Batubara ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap bansos Corona. KPK pun buka suara soal ancaman hukuman mati terkait korupsi di saat bencana.  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy untuk menjalankan tugas Juliari P Batubara sebagai Menteri Sosial (Mensos). Hal itu menyusul status tersangka terhadap Juliari Batubara di KPK. “Dan untuk sementara nanti saya akan menunjuk Menko PMK untuk menjalankan tugas Mensos,” ucap Jokowi.

Sumber: CNNIndonesia.com dan berbagai sumber (dengan judul: Tegas Jokowi Tolak Lindungi Mensos yang Terseret Kasus Suap Bansos)

Berita ini sudah dilihat 251 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip