Connect with us
Update Now

Investigasi

Virus Corona Sudah Sampai Indonesia? Bagian 1: Indonesia ‘Jumawa’ Laporkan Tidak yang Terinfeksi Virus Corona, Benarkah?

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 420,662 kali

INVESTIGASI – Pemerintah Indonesai terkesan jumawa dengan melaporkan tidak ada rakyatnya terinfeksi virus corona yang sangat mematikan, padahal virus corona sudah menyebar ke-25 negara di kawasan Asia, Amerika hingga Eropa. Hingga saat ini, korban meninggal akibat virus corona sudah lebih 1.000 jiwa dan 40.171 pasien lebih terinfeksi di seluruh China, Senin (10/2). Meski begitu, belum ada informasi soal korban virus corona di Indonesia. Padahal sejumlah negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura sudah terlebih dahulu terpapar virus ini. Lalu, benarkah virus corona belum tersebar di Indonesia? Peneliti Harvard University terkejut dengan informasi tidak adanya korban terinfeksi virus corona di Indonesia. Padahal di Thailand, negara dekat Indonesia, melaporkan 25 pasien terpapar corona. “Indonesia telah melaporkan nol kasus virus corona,” kata ahli epidemiologi Marc Lipsitch di Harvard T.H. Chan School of Public Health, penulis pendamping dari studi baru yang diposting di medRxiv. Menurut Lipsitch, sistem kesehatan Indonesia mungkin saja tidak dapat mengungkap kasus ini, dan bisa menciptakan masalah bagi seluruh dunia. “Kasus-kasus yang tidak terdeteksi di negara mana pun berpotensi menyebarkan epidemi di negara-negara itu,” tambahnya, seperti dikutip dari VOA. Menurut kelompok penelitian Lipsitch, salah satu dari tiga penelitian terbaru mengatakan bahwa virus corona kemungkinan saja masuk Indonesia. Namun, tidak satu pun dari studi ini melalui proses ilmiah normal yang ditinjau oleh para ahli dari luar. Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak didatangi turis China. Kini, Indonesia masih memiliki tugas untuk memperketat deteksi virus corona. “Indonesia sedang melakukan sejumlah persiapan dan pencegahan terhadap virus corona baru,” perwakilan Indonesia dari Organisasi Kesehatan Dunia, Dr Navaratnasamy Paranietharan, mengatakan kepada Sydney Morning Herald. Meski begitu, dia mengaku masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan di bidang pengawasan dan deteksi kasus virus corona aktif. Para ahli medis meragukan kemampuan Indonesia mendeteksi virus corona jenis baru. Sehingga berpotensi melahirkan sejumlah kasus yang mungkin saja tidak terdiagnosis. Dalam laporannya, Sydney Morning Herald dan The Age mengungkap laboratorium medis di Indonesia tidak memiliki kit pengujian yang diperlukan untuk cepat mendeteksi virus corona Wuhan, 31 Januari 2020. Salah satu ahli biologi molekuler terkemuka di negara mengatakan virus tersebut mungkin sudah ada di Indonesia meskipun pemerintah mengklaim tidak ada infeksi. Analyte-specific reagents (ASRs) adalah bahan kimia yang digunakan dalam kit pengujian untuk membantu menganalisis dan mengidentifikasi virus corona jenis baru. Namun, bahan tersebut belum tersedia di Indonesia. Reagen yang diperlukan baru akan tiba di Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, laboratorium negara hanya mampu mendeteksi keberadaan virus corona pada orang yang berpotensi terinfeksi. Kelompok virus ini juga termasuk flu biasa, dan MERS serta virus SARS yang sekarang sudah punah. Indonesia belum mengkonfirmasi satu pun kasus virus corona.
Sumber: merdeka.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 83 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup