Connect with us
Update Now

Lensa

Utsman bin Affan, Khalifah Ke 3 Dijuluki 2 Cahaya dan Konglomerat Paling Dermawan, Harta Peninggalannya Sampai Kini Masih Ada dan dikelola Dengan Baik Untuk Amal

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 113,801 kali

Lensa – Sepeninggal Rasulullah SAW yang wafat tanpa menunjuk pengganti beliau, sempat terjadi ketegangan diantara kaum muslimin, namun semua akhirnya menerima dengan lapang dada dan senang, setelah diangkatnya Abu Bakar As Shidiq sebagai Kalifah pertama atau pemimpin umat Islam, dilanjutkan Khalifah Umar Bin Khattab dan estafet kemudian dilanjutkan Ustman Bin Affan. Utsman bin Affan Al-Amawi Al-Quarisi akrab di sapa Abu Abdullah, beliau berasal dari Bani Umayyah. Utsman dikenal sebagai seorang pedagang kain yang kaya raya dan dermawan. Bahkan termasuk salah satu konglomerat paling kaya di jaman itu. Saking kayanya, setiap kali ada pembangunan tempat ibadah (masjid), cukup seorang Utsman Bin Affan saja yang menyumbang, maka pembangunan tempat ibadah itu akan selesai. Bahkan dijaman perang pun, Utsman lah penyumbang (donator) terbesar biaya perang melawan kaum kafir musryikin. Hebatnya harta Utsman bin Affan bukannya berkurang, justru makin meningkat berlipat-lipat, dalam sejarahnya tak pernah terdengar khalifah ini bangkrut. Konon, peninggalan Khalifah ini masih ada sampai kini di Mekkah dan Madinah serta masih dipakai umat muslimin, karena peninggalan itu semuanya diwaqafkan. Tentu saja pahala jariah ini akan terus mengalir ke Utsman Bin Affan sampai dunia kiamat, begitulah luar biasa dermawannya Khalifah yang dijuluki 2 cahaya ini (karena menikahi dua anak Rasulullah SAW). Dia terkenal dengan ahli ekonomi dengan jumlah ternak yang dimilikinya melebihi peternak-peternak yang lain. Utsman disebutkan termasuk ke dalam golongan as-Sabiqun al-Awwalin, yaitu orang-orang yang terdahulu masuk Islam dan beriman. Utsman selalu menggunakan kekayaannya di jalan Allah SWT untuk mendapatkan ridha Allah. Dikutip dari buku Pemuda Yang Dicintai Langit karya Dwi Rahayu, Utsman membeli sebuah sumur yang sangat jernih airnya, kemudian sumur itu dia wakafkan untuk kepentingan rakyat umum. Dia juga memperluas Masjid Madinah dan menyumbangkan 1000 ekor unta dan 70 ekor kuda serta 1000 dihram untuk perang Tarbuk. Lalu Utsman memberikan gandum yang diangkut oleh 1000 unta untuk membantu orang miskin di kala musim kering. Di hari Jumat, dia akan memerdekakan seorang budak. Utsman melakukan perjalanan hijrah menuju Habsyah (Abyssinia, Ethiopia) ketika kaum kafir Quraisy melakukan penyiksaan terhadap kaum muslim. Utsman hijrah bersama teman-temannya seperti Abu Khudzaifah, Zubir bin Awwam, Abdurahman bin Auf, dan lain-lain. Dia datang sesuai perintah Rasulullah untuk hijrah ke Madinah. Tanpa berpikir panjang, Utsman meninggalkan harta kekayaannya begitu saja. Semua usaha dagangannya serta rumahnya dia tinggalkan begitu saja untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Utsman bin Affan diangkat menjadi khalifah ketiga setelah Umar bin Khattab wafat. Saat itu usia beliau sekitar 70 tahun. Pada masa kepemimpinannya, disebut-sebut masa yang paling makmur dan sejahtera. Hingga konon, rakyat menunaikan ibadah haji berkali-kali. Karena semakin ramainya umat muslim yang pergi haji, Utsman kemudian memperluas Masjid Al-Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madinah). Dia yang mencetuskan adanya polisi keamanan untuk rakyat dan membuat tempat khusus untuk mengadili suatu perkara, karena biasanya suatu perkara akan diadili di masjid. Pada masa kepemimpinannya, dia berhasil menguasai Syria dan wilayah Afrika Utara, Mu’awiyah bin Abu Sofyan dan Amr bin Ash diangkat menjadi gubernur untuk kedua wilayah tersebut. Selain itu wilayah-wilayah lain yang berhasil dia kuasai adalah Arjna, Persia, Khurasan dan Nashabur (Iran). Utsman membukukan lembaran-lembaran Alquran (mushaf) yang hingga sekarang dibaca oleh umat muslim seluruh dunia. Dia menjadi seorang khalifah selama 12 tahun, dan wafat saat sedang membaca Alquran di bulan haji tahun 35 Hijiriah. Saat itu usia Utsman sekitar 82 tahun. Beliau dimakamkan di wilayah Madinah. Wafatnya Khalifah yang sudah sangat sepuh ini menimbulkan konflik politik berkepanjangan, yang akhirnya membuat umat muslimin sempat terpecah, akibat berbagai macam fitnah yang timbul. Ali Bin Abu Thalib yang diangkat sebagai Khalifah ke 4 dituntut oleh Gubernur Syria Muawiyah Bin Abu Sufyan, sepupu Khalifah Utsman Bin Affan ini meminta kepada Khalifah Ali Bin Abu Thalib agar menyerahkan pelaku pembunuhan dari kaum Khawarij ini kepadanya untuk di qisas (membunuh maka pembunuhnya pun harus di bunuh). Namun Ali bersekeras tidak mau menyerahkannya dan ingin pelakunya diadili di Madinah oleh pemerintahan pusat. Inilah salah satu sejarah kelam kaum muslimin setelah Rasulullah SAW, sebab akibat sama-sama keras mempertahankan pendapatnya, kaum muslimin akhirnya terlibat peperangan saudara sangat dahsyat, yakni perang Shiffin. Imbas perang Shiffin ini juga membuat Khalifah Ali Bin Abu Thalib mengundurkan diri sebagai Khalifah, karena Khalifah Ali tidak ingin melihat kaum muslimin terpecah-pecah. Muawiyah bin Abu Sufyan pun secara sepihak meminta seluruh kaum muslimin membai’atnya sebagai Khalifah selanjutnya.
Sumber: merdeka.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 93 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 229
  • Page views today : 249
  • Total visitors : 530,185
  • Total page view: 1,113,768