Connect with us
Update Now

Kesehatan

Ustazah Kondang Mamah Dedeh Positif Korona, Kenali Gejalanya

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 218,554 kali

Penceramag kondang Mamah Dedeh dikabarkan dalam kondisi baik dan kini sedang isolasi mandiri (dok, jurnal kepri)
BeBASbaru.com, KESEHATAN – Penceramah kondang yang sering tampil di acara-acara keagamaan di TV Swasta nasional, Mamah Dedeh di kabarkan positif korona.
mamah dedeh
Mamah dedeh positif COVID-19. (Foto: Widiya Wiyanti)

“Alhamdulillah Mamah kondisinya baik, mohon doanya aja,” ungkap sang anak dalam sambungan telepon kepada tim Selebrita7.

Keluarga berharap Mamah Dedeh dapat pulih seperti sediakala meski kini positif COVID-19.

Waktu pemulihan dari COVID-19 akan bergantung pada seberapa parah infeksi yang dialami. Usia, jenis kelamin, riwayat atau kondisi kesehatan dapat menjadi faktor yang menentukan jangka waktu sembuh dari virus Corona.

Pemulihan juga bergantung dari keparahan COVID-19 yang diderita, apakah mengalami gejala ringan, sedang, atau berat. Saat ini, Mamah Dedeh masih menjalani perawatan namun dalam kondisi baik.

Pasien gejala ringan

Pasien COVID-19 gejala ringan termasuk di antaranya yang mengalami demam, lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien juga mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Kondisi ini akan dialami pasien secara bertahap.

Dalam analisis yang dilakukan pada pasien COVID-19 di China oleh WHO, rata-rata waktu kesembuhan bagi pasien COVID-19 gejala ringan berada di rentang waktu dua pekan.

Pasien gejala sedang-berat

Apabila gejala yang dialami pasien memburuk dan menjadi sesak napas dalam jangka waktu 7-10 hari setelah infeksi, biasanya membutuhkan waktu sekitar 3-6 pekan untuk pulih dari COVID-19.

Pasien gejala berat

Dr Alison Pittard, Dekan Fakultas Kedokteran Perawatan Intensif, mengatakan perlu waktu 12 hingga 18 bulan untuk kembali normal setelah menjalani perawatan kritis.

Kondisi ini dialami bagi pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan di ruang intensif sehingga harus dipasangi alat bantu napas atau ventilator. Selain itu menghabiskan banyak waktu di ranjang rumah sakit menyebabkan otot pasien lemah sehingga beberapa orang akan membutuhkan fisioterapi untuk bisa berjalan kembali.

Hanya saja kondisi ini tidak berlaku untuk semuanya. Sebagian orang menghabiskan waktu relatif singkat dalam perawatan khusus, sedangkan lainnya harus memakai ventilator selama berminggu-minggu.

Sumber: detik.com dan berbagai sumber yang di olah

Berita ini sudah dilihat 5,293 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 80
  • Page views today : 82
  • Total visitors : 544,317
  • Total page view: 1,129,331