Connect with us
Update Now

Headline

Ustaz Abdul Somad: Sekarang Perancis ‘Ngemis’ Agar Produk Negaranya Jangan di Boikot Negara Islam

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 218,519 kali

Ustad Prof DR Abdul Somad (dok, sumut24)

BêBASbaru.com, NASIONAL – Presiden Prancis Emmanuel Macron dinilai telah menghina agama Islam. Ulama kondang Ustaz Abdul Somad juga ikut bereaksi atas pernyataan Macron.

Ustaz yang akrab disapa UAS ini memberikan reaksi dengan mengunggah Journal Al Azhar dalam bahasa Arab di Instagramnya, @ustadzabdulsomad_official seperti dilihat detikcom Jumat (30/10/2020). UAS memberi judul unggahannya: Al-Azhar Tegas Tolak Negosiasi Prancis.

UAS lalu menyertakan tulisan ini:

Dubes Prancis memohon kepada Grand Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib agar membantunya untuk menghentikan gelombang boikot produk-produk Prancis. Namun beliau menolak dan menjawab, “Kami tidak menerima negoisasi terkait kasus penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Macron harus segera meminta maaf.”

Kata Syaikh Ali Jumah, “Orang yang menggambar dan menistakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang dungu anaknya orang dungu dan orang tuanya telah gagal mendidiknya.”

Ucapan Presiden Prancis yang dituding menghina Islam bermula saat memimpin penghormatan untuk guru Prancis, Samuel Paty. Dalam pidatonya, Macron bersumpah bahwa Prancis ‘tidak akan menghentikan kartun (karikatur)’ dan menyebut sang guru dibunuh ‘karena Islamis menginginkan masa depan kita’.

Macron juga menyatakan perang terhadap ‘separatisme Islam’, yang diyakininya telah mengambil alih sejumlah komunitas muslim di Prancis. Akibat sikap Macron menuai kecaman dari sejumlah negara seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Seruan boikot produk Prancis dari sejumlah negara juga menyeruak.

Pemerintah Indonesia mengecam pernyataan Macron. Kemlu telah memanggil Dubes Prancis untuk Indonesia, Olivier Chambard. Pemanggilan terhadap Dubes Prancis untuk RI itu dilakukan pada Selasa (27/10/2020). Namun, Olivier belum memberikan respons atas kecaman Indonesia akibat sikap Macron.

Kontroversi pernyataan Presiden Prancis yang menghina Islam itu dimulai ketika aktivitas guru sejarah Samuel Paty mengajar sambil menunjukkan gambar Nabi Muhammad di kelas kebebasan berbicara. Gambar kartun dan karikatur Nabi Muhammad itu dari majalah Prancis, Charlie Hebdo terbitan tahun 2015. Paty akhirnya terbunuh dengan kepala dipenggal. Pelakunya adalah seorang ekstremis asal Chechnya yang berusia 18 tahun.

Sumber: detik.com dan berbagai sumber (dengan judul: Presiden Prancis Hina Islam, Ini Reaksi Ustaz Abdul Somad)

Berita ini sudah dilihat 252 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 77
  • Page views today : 79
  • Total visitors : 544,314
  • Total page view: 1,129,328