Connect with us
Update Now

Kriminal

Ustad “Keblinger Bin o’on” Halalkan Sabu dan Ajari Santrinya Memakai

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 453,269 kali

Kriminal – Yang Namanya barang memabukan, sudah jelas diharamkan, tapi seorang Ustad di Bangkalan Madura ternyata punya pemikiran lain, dengan alasan tak ada dalam Al’quran dan Hadist yang melarang sabu-sabu itu, diappun menggunakannnya dan malah meminta para santri ikut juga mabuk Bersama…edan kabehhh. Seorang pengasuh pondok pesantren (Ponpes) di Bangkalan, Madura memiliki doktrin yang nyeleneh saat mengajari para santrinya. Dia menyebut mengkonsumsi sabu hukumnya halal lantaran tidak ada larangannya di dalam kitab suci. Sehingga hal itulah yang pada akhirnya menjadi pembenar baginya, untuk mengajak para anak didiknya menggelar pesta sabu di rumahnya, Desa Pesanggrahan Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Madura. Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, pengakuan AM ini tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka. AM yang sempat menjadi buron selama 2 bulan tersebut mengaku mengkonsumsi sabu lantaran tidak ada dalil di kitab suci yang melarangnya. “Iya memang di BAP dia mengakuinya begitu. Karena pemerintah memberi larangan dengan hukumnya, maka ulama sepakat untuk melarang. Tapi setelah dia membaca baca buku (agama), dia tidak menemukan (larangan), maka dia pakai (nyabu),” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (23/1). Dia menambahkan, pengetahuannya ini lalu ditularkan pada para santrinya. Tersangka bahkan sempat menyebut, sudah ada 25 santri yang memiliki pemahaman sama dengan dia. Pengakuan ini cukup mengejutkan, sehingga membuat polisi harus melakukan pendalam penyidikan terhadap 25 santri yang disebut tersangka. “Kata dia sudah ada 25 santri yang sepemahaman dengan dia. Tentu ini akan kita dalami lebih lanjut,” tegasnya. Dia menambahkan, sudah ada dua santri tersangka yang ditangkap karena nyabu di rumahnya pada November lalu. Penangkapan kedua santri ini sempat membuat AM kabur dan menjadi buronan polisi. Mantan penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim ini mengatakan, AM mengajarkan pada santrinya jika memakai sabu akan lebih mudah untuk konsentrasi belajar agama. Hal itu didasari pada pengalamannya selama 10 tahun ini. Santri yang dipengaruhi tersangka pun rata-rata sudah berumur dewasa. Dari tangan tersangka, polisi menyita sedikitnya 0,4 gram sabu berikut seperangkat alat untuk nyabu. Selain itu, dari pengakuannya, tersangka juga sudah pernah ditangkap dalam kasus yang sama. “Dari pengakuannya dia residivis dalam kasus yang sama. Barang bukti yang dulu saat dia berhasil kabur ada 1,4 gram. Kemudian saat ditangkap Senin kemarin, ada 0,4 gram (sabu) berikut alat atau perangkat sabu,” tegasnya. Selain itu, polisi kini tengah memburu seseorang berinisial E yang diakui tersangka sebagai pihak yang menyuplai sabu. “Tersangka AM ini yang minta pada E untuk membelikan sabu. Dia masih kabur,” tandasnya.
Sumber: merdeka.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 104 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA