Connect with us
Update Now

Headline

Umroh 2020 Biayanya Rp 30 Juta, Bila Kurang Dari Itu Hati-hati Bisa Gagal Berangkat!

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 227,907 kali

Jamaah Umroh kloter pertama pasca di buka lagi masih di dominasi pemilik travel, untuk selanjutnya kouta terus diberikan dengan biaya tambahan hingga limit 30 jutaan (dok, cepos online)

BeBASbaru.com, NASIONAL – Arab Saudi terus menambah kouta bagi jamaah umroh, inilah kesempatan terbaik bagi jamaah yang ingin melaksanakan umroh. Tentu saja ibadah umroh 2020 kembali bisa dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Pemerintah Saudi juga menerapkan aturan lain untuk mencegah penularan COVID-19, salah satunya hotel yang digunakan jamaah.

Menurut Direktur MQ Travel Rinnu Hidayati, saat ini yang tersedia adalah hotel bintang lima untuk jamaah umroh 2020. Hotel ini berlokasi di pelataran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

“Hotel bintang tiga dan empat untuk sementara belum dibuka bagi jamaah umroh 2020. Selain itu ada biaya tax yang ditanggung jamaah. Dengan kondisi ini maka biaya umroh 2020 naik menjadi Rp 29-30 juta,” kata Rinnu.

Total biaya umroh 2020 selama pandemi COVID-19 harus menjadi catatan jamaah yang hendak melaksanakan ibadah tersebut. Jamaah wajib mengecek ulang jika ada yang menawarkan biaya umroh Rp 25 juta atau kurang dari Rp 20 juta.

Terkait layanan swab dan PCR test yang dilakukan beberapa kali, Rinnu mengatakan tak perlu sepenuhnya khawatir. Saudi menyediakan swab dan PCR test gratis bagi jamaah umroh 2020.

Jamaah hanya wajib membayar swab dan PCR test yang dilakukan selama berada di tanah air. Karena itu Rinnu berharap ada penurunan harga PCR test yang akan berefek pada total biaya umroh.

Selain biaya, jamaah umroh 2020 wajib berkomitmen mematuhi protokol kesehatan saat mengikuti rangkaian ibadah. Kepatuhan menentukan keselamatan diri sendiri dan orang lain selama umroh 2020.

“Jamaah wajib mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka.

Saudi memang telah membatasi jumlah jamaah yang bisa melaksanakan tawaf dan sa’i, namun agenda umroh menyertakan wisata religi. Agenda ini berisiko menimbulkan kerumunan massa dan penularan COVID-19 antar negara.

Karena itu, jamaah wajib menghindari kerumunan untuk menekan risiko infeksi COVID-19. Jamaah hanya melakukan kegiatan yang diperlukan saat umroh 2020, sehingga tidak harus berlama-lama.

sumber: detik.com dan berbagai sumber yang diolah

Berita ini sudah dilihat 260 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 21
  • Page views today : 24
  • Total visitors : 545,221
  • Total page view: 1,130,340