Connect with us
Update Now

Uncategorized

Trump Musuh Bersama Negara Muslim-Mitra Dagang, Tapi Ketakutan Akan Dimakzulkan

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 235,312 kali

Washington DC – Sebagai Presiden AS ke 45 yang juga penguasa dunia, sepak terjang Donald Trump benar-benar selalu diluar prediksi semua orang. Setelah terang-terangan memusuhi negara muslim, dengan melarang warga di negara muslim berkunjung ke AS sekaligus mendata ulang warga AS yang beragama Islam (dengan alasan antek teroris, ujaran kebencian dari negara zionis untuk lemahkan Islam), Trump juga mulai menebar ancaman ke negara-negara yang dianggapnya tak sejalan dengan kebijakan-kebijakannya (konon untuk melindungi kepentingan Yahudi/Israel). Setelah berkonfrontasi dengan Korut, Trump lalu cabut kebijakan dengan Iran, lalu memperumit hubungannya dengan Venezuela (kini sudah hampir bangkrut), tak cukup itu, Trump juga keluar dari kesepakatan dagang dengan Uni Eropa, dengan cara menaikan bea masuk barang Uni Eropa, lalu merambah Tiongkok yang juga menaikan bea masuk hingga 50% (Tiongkok pintar, mereka menurunkan nilai mata uang Yuan nya hingga 16%, yang tak diduga AS, hingga barang Tiongkok sangat murah di pasaran dunia), kini kembali memanas dengan Turki (mata uang Turki sempat anjlok hingga 40%). Trum benar-benar mimpi buruk bagi negara manapun, termasuk Indonesia yang kini menghadapi masalah dagang, gara-gara ‘berani’ beli pesawat tempur milik Rusiayang lebih murah, daripada beli alat tempur milik AS yang sangat mahal. Pertanyaanya, apakah Trump tak punya musuh di dalam negeri sendiri…tentu ada, bahkan bisa berujung pada tamatnya karir dia, yakni skandal seksnya dengan mantan bintang porno!!
Presiden DonaldTrump akhirnya angkat bicara soal spekulasi pemakzulan dirinya dengan mengatakan langkah hanya ini akan berdampak buruk terhadap ekonomi. “Jika saya dimakzulkan, pasar akan anjlok,” kata Presiden Trump dalam wawancara dengan Fox & Friends. Ia menyampaikan hal ini setelah Michael Cohen, mantan pengacaranya, menyatakan bersalah melanggar undang-undang pemilu dan dia melakukannya atas perintah Trump. Pelanggaran ini terkait pembayaran “uang tutup mulut” saat dilangsungkan kampanye pilpres 2016 oleh Cohen kepada dua perempuan yang mengatakan pernah selingkuh dengan Trump. Sejumlah pihak mengatakan kecil kemungkinan lawan-lawan politik Trump memakzulkannya sebelum pemilu sela bulan November. Dalam wawancara ini Trump menegaskan bahwa pembayaran kepada dua perempuan yang mengatakan pernah selingkuh dengannya bukanlah pelanggaran peraturan pemilihan umum. Sebelumnya, Presiden AS ini menyangkal mengetahui pembayaran itu. Trump juga menuduh Cohen “mengarang cerita” agar mendapatkan keringanan hukuman. Apa yang sebenarnya Trump katakan? Lewat cuplikan dari wawancara Fox & Friends yang disiarkan secara penuh pada hari Kamis (23/08), Trump menjawab pertanyaan tentang pembayaran uang tutup mulut dengan menegaskan hal tersebut “bukanlah pelanggaran kampanye”. “Hal itu dari saya,” katanya. “Dan saya telah men-tweet tentang itu. Tetapi hal itu tidak berasal dari kampanye.” Dia menambahkan dirinya baru mengetahui pembayaran tersebut “sesudahnya”. Pernyataannya ini bertentangan dengan kesaksian di bawah sumpah Cohen sebelumnya yang menyatakan presiden memerintahkannya untuk melakukan pembayaran. Pada bulan Juli, Cohen mengungkapkan rekaman suara dirinya dan Trump yang diduga membicarakan salah satu pembayaran sebelum pemilu. Jadi apakah pembayaran melanggar hukum kampanye? Cohen yang sebelumnya menjadi pengacara pribadi Trump selama lebih 10 tahun, mengakui telah memberikan dana kepada kedua perempuan yang diduga adalah bintang porno Stormy Daniels dan mantan model Playboy Karen McDougal. Pembayaran uang tutup mulut tersebut tidak dilaporkan ke Komisi Pemilu Federal saat kampanye. Pertanyaannya adalah apakah pembayaran dilakukan untuk melindungi nama baik pribadi Trump atau guna melindungi citranya sebagai calon presiden. Berdasarkan peraturan pemilu AS, pembayaran apa pun yang bertujuan untuk mempengaruhi perolehan suara harus dilaporkan. Cohen mengakui di pengadilan bahwa tujuannnya adalah memang untuk melindungi pencalonan Trump, dengan mengatakan dia melakukan pembayaran “atas arahan” Trump “untuk satu-satunya tujuan guna mempengaruhi pemilu”. Jika Trump diadili berdasarkan dana tersebut -bukan lewat pengadilan biasa, karena dirinya adalah presiden yang sedang berkuasa, tetapi kemungkinan di Kongres lewat proses pemakzulan- para penyelidik harus membuktikan bahwa dia memang memberikan uang ke Cohen untuk kepentingan pemilu. Apakah Trump kontradiktif? Dalam pernyataan pertamanya di depan umum pada bulan April terkait dengan dugaan perselingkuhan dengan Stormy Daniels, Trump menyangkal mengetahui pembayaran US$ 130.000 atau Rp 1,9 miliar kepada aktris tersebut lewat Cohen. Stormy yang nama aslinya adalah Stephanie Clifford, menyatakan dirinya dan Trump berhubungan seksual di sebuah kamar hotel pada tahun 2006. Ketika ditanyakan wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One apakah dirinya mengetahui dari mana Cohen mendapatkan uang untuk membayar Stormy, presiden AS tersebut menjawab, “Saya tidak tahu.” Sebulan kemudian, Trump secara resmi mengungkapkan pembayaran ke Cohen sekitar US$ 100.000 dan US$ 250.000 atau Rp 1,4 miliar dan Rp 3,6 miliar bagi biaya yang dikeluarkan pada tahun 2016. Apa yang terjadi selanjutnya? Tindakan apa pun terkait dengan Trump sangat kecil dilakukan setelah pemilu sela tanggal 6 November, ketika kelompok oposisi Demokrat akan berusaha menggoyahkan kendali Partai Republik-nya Trump di Kongres. Sementara itu, Cohen kemungkinan akan sepakat untuk memberikan kesaksian terkait dugaan kolusi kampanye Trump dengan Rusia. Belum didapat kepastian apakah Cohen akan berbicara pada penyelidikan Robert Mueller, tetapi pengacara pribadinya mengatakan kliennya siap berbicara.
Sumber: detiknews.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 54 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 3 
  • Visitors today : 103
  • Page views today : 111
  • Total visitors : 546,131
  • Total page view: 1,131,356