Connect with us
Update Now

Gaya Hidup

Tren Motor Custom di Indonesia, Bosan Keluaran Pabrik dan Ingin Tampil Beda

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 457,212 kali

Jokowi turut bikin pamor motor custom atau modif naik daun (dok, carmudi)

GAYA HIDUP – Bagi pecinta naik motor, bukan hanya soal indentitas diri saja saat menaiki kuda besi ini, tapi di dalamnya terkandung prestesi serta kebanggaan ingin tampil beda. Saat ditanyakan kenapa lebih suka naik motor yang sudah dirombak atau istilah tren saat ini di Custom? Mereka hanya bilang, keluaran pabrik terlalu umum dan tak ada istemewanya. Mahalkah mengcustom motor…tentu saja tergantung pilihan kita. Yang murah ada, yang mahal pun ada, yang istemewa tentunya Presiden RI, Jokowi, yang bikin kaum custom naik daun, setelah mengcustom dua motornya. Tren bermotor saat ini memang bukan sekedar isapan jempol belaka. Pasalnya, tidak hanya dari kalangan masyarakat biasa saja yang menggemarinya, tapi beberapa artis juga banyak yang menjadikannya sebagai hobi. Tren bermotor sendiri saat ini tidak hanya berwujud komunitas motor tertentu saja. Tapi dengan berkembangnya aliran motor custom, membuat tren motor di Indonesia semakin berwarna. Motor custom memang begitu menarik bagi beberapa kalangan. Pasalnya dengan modelnya yang berbeda dengan motor pada umumnya, membuat motor custom akan menjadikan pengendaranya tampil lebih gaya. Selain itu dengan motor custom, pengendaranya akan mampu menampilkan karakteristik atau identitasnya. Begitu besarnya penggemar motor custom yang ada saat ini bahkan menciptakan sebuah tren. Beberapa kalangan seperti dari para selebriti memang telah menunjukkan kecintaannya pada motor custom ini. Sebut saja seperti Imam Darto, presenter di salah satu televisi nasional, yang menyukai aliran motor custom seperti tracker, scrambler, dan bobber. Selebriti lain yang juga ikut meramaikan tren motor custom adalah Gofar Hilman. Seniman dan Youtuber kelahiran Jakarta ini memang sangat mencintai dunia motor custom. Dalam dunia motor custom ini Gofar sangat concern pada pemilihan ban dan velg. Menurut Hilman, ban pada motor custom ibaratnya seperti sepatu. Nah karena itu, saat melihat penampilan motor custom, dirinya selalu melihat bagian ban terlebih dahulu. Menurut Gofar, ban yang paling tepat untuk motor custom agar terlihat gahar adalah Corsa Cross S. Tidak jauh berbeda dengan Gofar, Ucup yang merupakan seorang penggiat motor custom juga sangat menekankan pentingnya pemilihan ban. Untuk urusan pemilihan ban sendiri, Ucup yang memilih aliran motor custom flat track ini juga menyarankan untuk penggunaan Corsa Cross S. Penggemar motor custom sendiri bukan hanya dari kalangan selebriti. Sebab beberapa waktu yang lalu, Presiden Joko Widodo juga sempat memperlihatkan keseriusan dan kecintaannya pada motor custom. Menurut Dede Edun, penggiat custom culture Indonesia, custom cuture, termasuk motor custum telah menjadi salah satu bidang perhatian publik yang saat ini terus menarik banyak orang. Dengan semakin meriahnya perkembangan motor custom di Indonesia, membuat kita tak perlu lagi kesulitan untuk menemukan bengkelnya. Bila dulu bengkel hanya melayani jasa service saja, maka saat ini beberapa bengkel ada juga yang menerima jasa custom motor. Jadi dari sini kita pun akan lebih leluasa bila ingin merencakan membangun membangun motor custom. Tren motor custom sendiri terdapat beberapa aliran. Selain yang telah disebutkan yakni Tracker, Scrambler, dan Bobber, ada juga aliran motor custom Jap’s Style, Cafe Racer serta Chopper yang kini juga mulai marak berkembang di Indonesia.

Pemodif motor Atenx Katros mengaku banjir order semenjak Jokowi custom dibengkelnya (dok, akurat)

Bikin Motor Custom, Berapa Sih Biaya, Waktu Dan Apa Kebutuhan Lainnya?

Tren motor custom saat ini juga ditunjang dari menjamurnya bengkel custom. Nah, bagi Anda yang ingin memulai, berikut penjabaran panduan mengenai membangun motor custom. Sebagai bahan custom, berbagai macam motor dapat digunakan. Namun, umumnya para builder atau penggemar modifikasi menggunakan Yamaha Scorpio, Suzuki Thunder 250 atau Honda Tiger. Alasannya rata-rata karena motor tersebut memiliki kapasitas mesin di atas 200 cc sehingga dari segi tenaga tidak loyo, serta tampilan lebih padat. “Scorpio enak karena rangka udah bagus dan gampang dirombak. Mesinnya juga gede, tampilan mesin lebih padat dan tenaganya mantap,” ujar Sutarja Suhadmapraja, owner bengkel The Bangors Kustomwork. Umumnya ada pada kisaran Rp 5-10 juta, tergantung tahun dan kondisi. Djamer, panggilan akrab Sutarja, terkadang malah nyetok Yamaha Scorpio. Harganya sekitar Rp 8 jutaan untuk tahun 2005-2010. Banderol yang ramah kantong ini bukannya tanpa alasan juga menjadi pertimbangan, karena sisa budgetnya dapat dialokasikan untuk biaya modifikasi. Sementara untuk Tiger mulai dari Rp 4-20 jutaan tergantung tahun dan kondisi dan populasinya sangat banyak. Sedang Thunder 250 bahannya masih cukup mahal, mulai di angka Rp 15 jutaan dan populasinya langka. Menariknya, Kawasaki W175 juga jadi rujukan sebagai bahan motor custom. Desainnya yang sudah ‘jadul’ dan fiturnya yang sederhana membuat W175 enak untuk menjadi bahan custom. “Kalau untuk pemula gue saranin W175, karena pertimbangannya dari pabrikan sudah klasik dan ubahan tidak terlalu berat” “Terus kalau mau dijual lagi harganya masih tinggi karena tidak banyak rombakan, dibanding Scorpio,” terang Andi ‘Atenk’ Akbar, owner Katros Garage. Selain itu, motor ini relatif trouble free karena terhitung baru, tak perlu direpotkan dengan pekerjaan rumah tambahan yang biasanya melekat pada motor keluaran lawas. Ditawarkan dalam dua varian, Standar dan SE dengan banderol Rp 29,8 juta serta Rp 31,1 juta (OTR Jadetabekser). Biasanya yang menjadi pilihan custom versi Standar, karena lebih murah dan basic. Khusus untuk wilayah Kalsel, custom motor memang belum begitu menjamur. “Disamping agak mahal, khususnya bagi kantong pelajar, custom motor juga hanyalah hoby. Inshaa Allah punya saya akan kelar pada akhir April kelak, saya customnya di Depok, Jawa Barat, motor Yamaha Byson Tahun 2012. Soal biaya…harga customnya hampir mendekati motor baru Yamaha XSR155, kalau digabung dengan beli motor Yamaha Byson second tadi, lebih mahalan motor custom saya. Tapi ya mau gimana, terlanjur jatuh cinta dengan custom motor, soal biaya kadang urusan belakangan,” ungkap H Masruddin, Pemred Tabloid BêBASbaru dan www.bebasbaru.com sambil tertawa. ê
Sumber: berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 135 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.