Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Trans Kalimantan di Asamasam Tala Rusak Parah Bak Kubangan Sawah

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 420,987 kali

Jalan trans Asam-asam yang rusak parah (dok, bpost)

BệBASbaru.com, TANAH BUMBU – Kerusakan badan jalan nasional (Trans Kalimantan) di jalur Pelaihari-Kintap kian parah. Lubang-lubang besar menganga makin banyak dan meluas.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, sejak Jumat hingga Senin (21/12/2020) area badan jalan yang mengalami kerusakan bertambah banyak. Di beberapa tempat tampak bagaikan sawah. Seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Jorong, mulai dari wilayah Desa Sabuhur hingga Desa Asamasam.

Di wilayah Kecamatan Kintap juga ada kerusakan namun tak seberapa. Titik kerusakan tersebar di beberapa tempat, sedikitnya belasan tempat. Terparah berada di dekat jembatan layang atau fly over di Desa Swarangan.

Bentang panjang badan jalan setempat yang compang-camping sekitar 50 meter. Seluruh lebar penampang jalan hancur dihiasi lubang berukuran besar dan dalam. Pascahujan, tampak bak kubangan ternak karena penuh air yang kotor berwana kuning kecokelatan.

Arus lalu lintas pun kerap tersendat karena sebagian pengendara mesti bergantian memilih area yang paling minim risiko, terutama menghindari benturan bodi mobil pada bebatuan jalanan yang menyembul ke permukaan.

Kerusakan parah lainnya berada di Desa Asamjaya (Trans 500) luar dan hingga Desa Asamasam. Titik-titik kerusakan di wilayah ini jaraknya berdekatan, hanya sekitar puluhan meter. Tiap titik kerusakan panjang bentang kerusakanya umumnya juga mencapai belasan hinggga puluhan meter.

Paling parah di dekat jembatan box culvert dekat kios BBM.

Kondisi badan jalan setempat benar-benar hancur dan teramat becek beelumpur. Lubang rawan memang minim tapi badan jalan menjadi sangat bergelombang dan dalam. Kerusakan merata seluruh penampang jalan sehingga pengendara roda dua pun tak bisa menghindar.

Di sisi kiri bahu jalan (dari arah Kintap) warga memajang beberapa patok kayu sebagai pemandu. Darmansyah, warga Asamasam hampir tiap hari memandu pengendara melintasi badan jalan setempat yang rusak parah.

Sebagian pengendara sukarela memberinya uang receh. “Uangnya saya pakai untuk beli tanah urug. Kemarin sudah dua ret yang saya urukan, tapi karena dihantam hujan terus sudah hilangan jadi lumpur,” sebut Darmansyah.

Ia menuturkan kerusakan parah jalan tersebut baru terjadi sekitar beberapa bulan lalu. “Sebelumnya dulu memang pernah rusak juga, namun hanya rusak ringan. Ini karena sering hujan sehingga cepat sekali hancurnya,” tandas Darmansyah.

Pemilik warung di sekitar lokasi menimpali, “Sekitar Juli atau Agustus kemarin padahal baru diperbaiki, diaspal. Tapi tak bertahan lama. Sekarang hancur begini keadaannya,” tandasnya. Kalangan pengendara pun kian kerap menggerutu.

“Waduh parah banget, hancur kayak sawah gitu. Kemarin pas lewat, beberapa kali bemper mobil saya kebentur sampai retak. Apes banget,” keluh Rahmadi. Warga Pelaihari ini berharap pemerinrah segera turun tangan. “Itu jalan nasional tapi seperti jalanan di pedalaman. Sangat mengganggu aktivitas, perjalanan jadi terhambat. Beda banget dengan jalur ke Banua Enam dan Tanjung yang makin mulus,” sebutnya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Trans Kalimantan di Asamasam Tanahlaut Kian Parah Bak Sawah, Warga Sempat Swadaya Menguruk)

Berita ini sudah dilihat 246 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA