Connect with us
Update Now

Headline

Tragedi Sriwijaya Air Bag 2: Dirut Sriwijaya Air Bantah Faktor Mesin, Sebut Cuaca Penyebabnya

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 462,063 kali

Tim Basarnas terjun ke laut untuk memeriksa lokasi jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air (dok, SINDOnews.com)

BệBASbaru.com, INVESTIGASI – Pesawat Sriwijaya Air SJY-182 jatuh di Kepulauan Seribu. Sebelum pesawat take off, cuaca memang sempat hujan deras. Menurut data penerbangan yang dirangkum oleh detikTravel, Sabtu (9/1/2021), sejatinya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY-182 rute Pontianak dijadwalkan terbang pada pukul 13.30 WIB.

Hanya akibat cuaca yang tengah hujan deras, penerbangan pun mengalami delay. Pesawat sendiri baru bertolak dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB.

Menurut info dari Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, empat menit setelahnya pihak pengawas dari Jakarta Approach dan menara ATC mendapati arah tak biasa dari pesawat yang malah mengarah ke Barat Laut. Kemudian, kontak pun hilang hingga akhirnya pesawat dipastikan jatuh di dekat Pulau Laki, Kepulauan Seribu sore tadi.

Spekulasi pun bermunculan perihal sebab dari pesawat itu jatuh. Salah satunya adalah perihal cuaca siang hari tadi yang disebut berawan dan hujan deras. Terkait kondisi cuaca yang buruk, hal itu juga diungkapkan oleh Dirut Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena dalam konferensi pers malam tadi dari Bandara Soekarno-Hatta.

“Delay akibat hujan deras 30 menit saat boarding,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menampik kabar terkait gagal mesin pesawat yang disebut banyak orang menjadi salah satu alasan musibah itu. “Kondisi pesawat sehat. Sudah terbang ke Pontianak PP, ke Pangkal Pinang, ke Pontianak yang ini rute kedua. Jadi seharusnya tidak ada masalah, berdasarkan laporan juga semua lancar,” jelasnya.

Sedangkan menurut salah satu traveler di Bandara Soekarno-Hatta bernama Surya, cuaca di sekitar bandara siang tadi memang tidak bersahabat. Berencana liburan ke Bali naik pesawat maskapai Citilink tujuan Denpasar yang awalnya dijadwalkan terbang pukul 14.20 WIB, ikut mengalami delay. “Hujan deras dari jam 13.00-14.30-an, tapi meski kondisi hujan deras, deretan pesawat tetap berjejer untuk antre take off. Kelihatan dari kaca-kaca besar di terminal 3,” ujarnya saat dihubungi detikTravel. Pesawatnya sendiri molor hampir satu jam, dari pukul 14.20 menjadi 15.15 menit. “Hampir sejam,” tutupnya.

Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 167 kali