Connect with us
Update Now

Hulu Sungai Selatan

Tinggalkan Nyadap Karet, Warga Loksado Beralih Tanam Kayu Manis Karena Harganya Selalu Stabil

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 253,706 kali

Harga kulit kayu manis lebih stabil dibandingkan karet (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, HULU SUNGAI SELATAN – Petani kayu manis di Desa Kamawakan, Haratai dan Loklahung, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan kini makin bersemangat memanen hasil kebunnya.

Sejak beberapa bulan, harga komoditas ini makin ‘manis’, berkisar antara Rp 63 ribu sampai Rp 65 ribu per kilogram di tingkat petani. Sedangkan harga di pasaran sendiri mencapai Rp 70 sampai Rp 75 ribu per kilogram.  Irwan, pedagang pengumpun kayu manis di Desa Loklahung mengatakan, setiap minggu minimal menjual satu pikul atau 100 kilogram kayu manis yang dibeli dari petani di desanya.

Kemudian, dijual kembali ke pedagang besar yang datang langsung ke Loksado untuk di kirim ke daerah-daerah di Kalsel, hingga Kalimantan Utara. Harga kayu manis sendiri terus membaik, selama masa pandemi. Sebelumnya, menurut petani kayu manis harga perkilogram dikisaran Rp 53 sampai Rp 55 ribu per kilogram.

Hampir semua warga Loksado memiliki kebun kayu manis, paling sedikit 500 pohon per keluarga, yang ditanam di lereng pegunungan Meratus. Khususnya di Desa Haratai, sepanjang jalan menuju objek wisata air terjun Haratai adalah kebun kayu manis.

 Hasmah, petani kayu manis dari Desa Loklahung mengaku memiliki 1.000 pohon kayu manis, yang sudah bisa dipanen tiap hari. Pohon kayu manis ditanam sejak sekitar 10 tahun lalu. Sebelumnya, Hasmah menjadikan karet sebagai sumber mata pencaharian.

“Sekarang, sudah sembilan tahunan tak lagi menyadap karet, dan beralih ke kayu manis,”tuturnya.  Menurut Hasmah, harga kayu manis cenderung stabil bahkan kadang tinggi. Berbeda dengan harga karet yang sejak harga anjlok sejak beberapa tahun lalu, sampai sekarang belum membaik atau masih terpuruk.

‘Sekarang informasinya harga karet sedikit naik, Rp 8.000 per kilogram, dari Rp 7.000. Tapi harga kayu manis lebih baik,”katanya. Abdullah, warga Loksado lainnya mengatakan, kayu manis kini menjadi sumber pendapatan warga Loksado.

Baca juga: Murah dan Mudah Didapat, Kayu Manis Bisa Jadi Obat Alami Atasi Diabetes, Berikut Cara Mengolahnya

Sejak new normal, pengiriman kayu manis keluar daerah kembali normal. Bahkan, permintaan pasar makin meningkat, khususnya dari Kalbar dan Kaltara. Sedangkan harga kemiri, komoditas unggulan lainnya dari Loksado harganya turun, dari Rp 30 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Warga Loksado juga pemasok hasil kebun lainnya berupa jengkol ke berbagai daerah dan kulit kayu sintuk, sebagai bahan membuat ramuan obat tradisional.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Harga Kayu Manis Makin ‘Manis’, Petani Loksado HSS Pun Bersemangat Memanen)

Berita ini sudah dilihat 184 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 2 
  • Visitors today : 80
  • Page views today : 103
  • Total visitors : 547,555
  • Total page view: 1,132,970