Connect with us
Update Now

Dunia

Tewasnya Abu Bakr al-Baghdadi Bukan Akhir dari Perang Melawan ISIS, yang Lain Bangkit dengan Nama Baru untuk Balas Dendam

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 101,881 kali

Dunia – Saat AS sukses menewaskan Osama Bin Laden, banyak yang menduga kalau matinya pria Arab Saudi yang dijuluki si penjagala oleh AS ini akan mematikan Gerakan terorisme di seluruh dunia. Faktanya malah berbeda, AS sendiri yang bikin teroris baru dengan mensponsori berdirinya ISIS, yang justru dikemudian hari jadi besar dan berbalik melawan mereka (AS). Pemerintah Iran menyatakan bahwa kematian pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi bukan berarti akhir dari perang melawan kelompok radikal tersebut ataupun ideologinya. “Kematian Baghdadi bukan akhir dari memerangi terorisme Daesh (nama lain untuk ISIS) namun hanya akhir sebuah babak,” kata juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (28/10/2019). “Terorisme ISIS masih tumbuh dan nyata. Tumbuh melalui kebijakan-kebijakan Amerika dan petrodolar regional, dan nyata dalam ideologi takfiri (ekstremis muslim Sunni). Ketiga sumber ini harus dipadamkan,” ujarnya. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (27/10) waktu setempat mengumumkan kematian Baghdadi dalam serangan militer di malam hari yang dilakukan pasukan khusus AS di pinggiran desa Barisha di provinsi Idlib, Suriah. rump mengatakan bahwa pasukan AS menewaskan “sejumlah besar” militan ISIS dalam serangan yang menyebabkan Baghdadi terpojok dalam sebuah terowongan. Di terowongan itu, pemimpin ISIS tersebut meledakkan rompi bom bunuh dirinya. Menurut Trump, serangan itu terlaksana berkat bantuan dari Rusia, Suriah, Turki dan Irak. Semasa hidup, Baghdadi dijuluki ‘Hantu’ karena memimpin ISIS tanpa banyak muncul ke publik. Seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (28/10/2019), Baghdadi mengawasi kejayaan dan runtuhnya ISIS dalam beberapa tahun terakhir dari lokasi rahasia, yang seringkali disebut berpindah-pindah demi menghindari pengejaran otoritas terkait. Usai menetapkan dirinya sebagai ‘Khalifah’ tahun 2014 lalu, Baghdadi memimpin lebih dari 7 juta orang di berbagai wilayah strategis Suriah dan Irak. Deklarasi kekhalifahan ISIS yang disampaikannya dari Masjid Al-Nuri di Mosul, Irak saat itu diikuti oleh gelombang aksi kekerasan yang menewaskan ribuan warga sipil, mengusir jutaan orang dari tempat tinggal mereka dan menarik kekuatan-kekuatan dunia untuk terlibat dalam konflik regional.
Sumbet: detik.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 36 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 165
  • Page views today : 190
  • Total visitors : 528,366
  • Total page view: 1,111,783