Connect with us
Update Now

Post

Terlihat Nyata, PDIP yang Ingin Singkirkan ErickThohir, Terlihat Saat Arteria ‘Nembak’ di RDP Dengan BUMN

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 411,444 kali

POST – Bukan isapan jempol, ada yang menginginkan Erickh Thohir diganti, keluhan yang disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir bahwa dirinya kemungkinan hanya menjabat selama satu tahun karena sudah digoyang dan diminta mundur kelihatannya bukan omong kosong. Tanda-tanda ke arah itu menurut politisi muda Iwan Sumule tampak jelas dalam rapat antara Komisi III DPR RI dengan Kapolri Jenderal Idham Aziz pekan lalu (Kamis, 30/1). Dalam kesempatan itu, anggota Komisi III dari PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, menyampaikan sejumlah persoalan yang menyerempet Erick Thohir dalam kapasitas dirinya sebagai Menteri BUMN. Kasus yang paling panas adalah soal bridging loan yang diberikan Bank Mandiri kepada PT Panca Amara Utama, anak perusahaan PT Eka Surya Perkasa yang komisaris utamanya adalah Garibaldi Thohir, kakak Erick Thohir. Arteria yang diberi kesempatan bicara meminta Kapolri Idham Aziz untuk memeriksa PT Rekayasa Industri (Rekind), PT Panca Amara Utama, dan Direksi Bank Mandiri. “Rekind diberi pekerjaan untuk membangun Banggai Ammonia Plant nilai investasinya Rp 507 miliar. Karena telat bayar, ternyata performance bond dicairkan pihak swasta, namanya PT Panca Amara Utama,” ujar Arteria Dahlan. “Bapak bisa lihat, PT Panca Amara Utama itu induknya adalah PT Eka Surya Perkasa, Presiden Komisarisnya adalah Garibaldi Thohir. Sementara PT Rekind, induknya adalah Pupuk Indonesia Holding. Itu BUMN punya. Menterinya Pak Erick Thohir,” sambung Arteria Dahlan. Karena masih khawatir Rekind bisa collapse dan mempengaruhi Pupuk Indonesia Holding, maka dilakukan bridging loan senilai Rp 812 miliar. Lalu Pupuk Indonesia Holding juga diminta untuk memback-up dengan dana talangan. Tapi kali ini terjadi penolakan dari Holding. Dalam kasus ini, kata Arteria Dahlan, potensi kerugian negara sebesar 2 juta dolar AS. Kasus lain yang disampaikannya adalah gagal bayar klaim asuransi Bumiputera senilai Rp 9,6 triliun, dan kasus kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Dalam kasus yang diduga merugikan negara Rp 36 triliun ini, Dirut TPPI Honggo Wendratno sudah dinyatakan buron. “Masa mencari Honggo sulit sekali. Saya mau ikut. Di Singapura ada yang namanya Honggo. Mudah-mudahan saya bisa bantu tempatnya dimana,” ujar Arteria Dahlan lagi. Arteria Dahlan juga menyinggung soal kasus di PT Garuda Indonesia, terutama yang terkait dengan penyelundupan motor gede Harley Davdison dan sepeda lipat Brompton, juga kasus pelecehan seksual yang sudah terang benderang. Tidak lupa soal kasus rekayasa laporan keuangan Garuda tahun 2018. Bagi Iwan Sumule, apa yang disampaikan Arteria Dahlan dengan bertubi-tubi dalam satu kesempatan ini memperlihatkan indikasi bahwa PDIP ingin berperan di Kementerian BUMN yang dikenal basah itu. “Baru ketahuan kenapa Erick Thohir pernah mengatakan bahwa mungkin dia hanya menjabat satu tahun. Ada keinginan PDIP untuk mencopotnya,” demikian Iwan Sumule.
Sumber: Rmol.id dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 92 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 123
  • Page views today : 146
  • Total visitors : 553,565
  • Total page view: 1,140,006