Connect with us
Update Now

Kotabaru

Terlalu Fokus ke Covid-19, Jembatan di Kelumpang Utara Kotabaru Terbengkalai

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 238,275 kali

Gara-gara dana dialihkan ke Covid-19, infrastruktur di Kotabaru banyak yang amburadul (dok, Bpost)

BêBASbaru.com, KOTABARU – Warga Desa Sungai Hanyar dan sekitarnya seperti Pudi Seberang, Kecamatan Kelumpang Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan dibuat terus bertanya-tanya terkait kerusakan kondisi jembatan yang tidak kunjung dilakukan perbaikan.

Masyarakat khususnya yang bergantung dengan akses itu, pun tidak jarang mengeluhkan lambatnya respon Pemerintah Daerah. Kendati kondisi kontruksi dan lantai jembatan kebanyakan menggunakan sayatan batang kelapa sudah jauh dari layak.

Husdi salah seorang warga Kelumpang Tengah, kecamatan yang berbatasan dengan Kelumpang Utara, mengatakan belum ada perbaikan serius oleh pemerintah daerah. Selama ini perbaikan dengan gotong warga menggunakan bahan seadanya.

Menurut Husdi yang juga Ketua Badan Permusyawatan Desa (BPD) ini, jembatan Sungai Hanyar merupakan salah satu akses menjadi urat nadi masyarakat, mereka sebagai petani kebun. Diakui, wilayah tersebut merupakan penghasilan kelapa. Salah satu sektor penggerak ekonomi masyarakat, akibat tidak didukung akses jembatan memadai kerap menjadi kendala mereka.

Seperti beberapa hari lalu, lanjut Husdi sebuah truk akan ke Pudi Seberang, terpaksa balik arah. Membatalkan rencana memuat 1.000 biji kelapa, setelah sopir melihat kondisi jembatan. “Batal tidak jadi ke sana,” terang Husdi melalui telepon genggamnya kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (19/11/2020).

Sementara itu, Camat Kelumpang Utara, Kotabaru Suhada tidak menepis parahnya kerusakan jembatan Sungai Hanyar, akses ke wilayah Pudi Seberang. Bahkan, sebelumnya Suhada pernah mengungkapkan, selain jembatan Sungai Hanyar, beberapa jembatan lainnya menjadi penghubung satu desa ke desa lainnya juga mengalami kondisi serupa.

Sudah beberapa kali diusulkan ke Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang). Namun belum terealisasi hingga sekarang.  Disinggung keinginan Pemerintah Daerah melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotabaru, camat agar mengawal usulan sudah dibahas di musrenbang.

“Maaf, hearing saja untuk lebih komprehensif dengan PUPR, Bappeda dan kecamatan,” ucap Suhada. Sekretaris Dinas PUPR Kotabaru Suprapti Tri Astuti dikonfirmasi mengatakan, untuk jembatan Sungai Hanyar tahun 2020 sudah dianggarkan, namun karena pandemi Covid-19 anggaran di PUPR dipotong sebesar Rp 156 milyar.

Pemotongan anggaran berimbas pada pekerjaan pembangunan jembatan Sungai Hanyar. Tapi, lanjut Suprapti, di tahun 2021 PUPR kembali mengusulkan untuk pembangunan jembatan tersebut.  Karena juga terjadi defisit anggaran di pemerintah pusat, maka juga berimbas ke Kabupaten Kotabaru. Sehingga terjadi pengurangan anggaran transfer pusat ke daerah yang mengakibatkan banyak usulan pekerjaan tidak bisa diakomodir. “Pasti dinas PUPR sudah siap perencanaannya apabila sewaktu-waktu anggarannya tersedia,” jelasnya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Dana Kurang karena Covid, Jembatan di Kelumpang Utara Kotabaru Tak Bisa Diperbaiki)

Berita ini sudah dilihat 104 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 83
  • Page views today : 95
  • Total visitors : 546,432
  • Total page view: 1,131,700