Connect with us
Update Now

Politik

Teka-teki Kenapa Rekom Untuk Kota Banjarmasin dan Kotabaru Masih dipending Golkar?

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 118,451 kali

Haris Makkie belum dapat rekom dari Golkar, termasuk Bupati Kotabaru Sayed Ja'far (dok, jejak rekam.com)

BêBASbaru.com, POLITIK – Ada kejutan dari acara ‘Penyerahan Surat Keputusan Pasangan Calon Partai Golkar di Pilkada Serentak 2020’ di DPP Partai Golkar, Minggu (12/7/2020) kemarin. Pasalnya, nama pasangan calon kandidat di Pilkada Banjarmasin Haris Makkie- H Yuni Abdi Nur Sulaiman tidak masuk dalam daftar yang hadir menerima SK rekomendasi tersebut. Ada apa? Nama-nama kandidat yang sebelumnya diusulkan oleh DPD Golkar Kalsel melalui pengajuan rekomendasi No A-054/GOLKAR-KS/V1/2020 tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar di Pilkada 2020, terlihat datang ke acara tersebut untuk menerima ‘mandat’ pencalonan. Sebut saja pasangan H Rusli-Guru Fadlan di Pilkada Banjar, Darmawan Jaya (yang mewakili duet Nadjmi-Jaya) di Pilkada Banjarbaru, Ansharuddin- M Noor Iswan di Pilkada Balangan, Saban Effendi- Habib Abdillah di HST, dan Syafruddin H Maming- Andi Rudi Latif di Tanbu. Lantas, bagaimana dengan nama Abdul Haris Makkie – H. Yuni Abdi Nur Sulaiman yang digadang-gadang akan diusung Golkar di Pilwali Banjarmasin? Dikonfirmasi terkait tak munculnya nama Haris Makkie-H Yuni, Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel H. Supian HK sempat celetuk bahwa nama-nama tersebut sudah beredar di media massa. Ia  mengatakan dalam waktu dekat surat rekomendasi untuk pasangan Haris-Yuni akan keluar. “Mungkin, Insyaallah dalam minggu ini sudah keluar,” kata Supian usai rapat paripurna DPRD Kalsel, kepada Kanalkalimantan.com pada Senin (13/7/2020) pagi. Supian menyebutkan masih ada dua pasang bakal calon kepala daerah yang belum mendapatkan surat rekomendasi DPP Partai Golkar untuk Pilwali Banjarmasin dan Pilbup Kotabaru.

Bupati Kotababaru Sayed-Djafar pun belum dapat rekom, padahal ketua DPD Golkar Kotabaru (dok, kabar-kalimantan)

“Tinggal dua lagi. (Yaitu) Kotabaru dan Haris Makkie (di Banjarmasin). Itu hanya soal teknis saja,” lugas Supian. Ditanya soal peluang kader Golkar lainnya yaitu Hj. Ananda yang juga digadang-gadang akan ikut bertarung di Pilwali Banjarmasin, Supian menanggapinya dengan santai. “Lihat sajalah nanti. Karena yang diusulkan bukan bu Nanda (sapaan Hj. Ananda),” tegas Supian. Supian pun menegaskan bahwa nama-nama yang sudah tercantum di surat rekomendasi DPP Partai Golkar sudah final. “Nama Paman Birin sudah final. Hanya dua saja yang belum,” tutur Supian. Ia sendiri memastikan, surat rekomendasi untuk bakal calon kepala daerah di Pilwali Banjarmasin dan Pilbup Kotabaru akan keluar dalam waktu tiga hingga empat hari ke depan. Lalu, mengapa nama bakal calon kepala daerah ini belum juga ditetapkan? “Tanyakan pada rumput yang bergoyang,” pungkas Supian sambil celetuk. Terpisah, ketika ditanya soal namanya yang tidak muncul di surat rekomendasi DPP Partai Golkar, Abdul Haris Makkie memilih untuk irit bicara. “Itu urusan partai, bukan urusan saya,” singkat Haris yang juga Sekdaprov Kalsel ini. Sementara itu, informasi yang dihimpun Kanalkalimantan.com terkait belum keluarnya SK untk Banjarmasin karena belum kelarnya hasil survai di ibukota provinsi tersebut. DPP terkesan berhati-hati menelurkan kandidat karena medan pertarungan di Banjarmasin diprediksi akan cukup sengit dan memiliki nilai strategis. Sebelumnya disebutkan, apalagi, Banjarmasin sebagai ibukota provinsi memiliki nilai startegis. Selain kantong massa lantaran banyaknya jumlah pemilih, Banjarmasin menjadi simbol pemerintahan Kalsel yang harus bisa digandeng oleh Gubernur nantinya. Dari data pemilu sebelumnya yang dihimpun Kanalkalimantan.com, Banjarmasin memiliki jumlah pemilih terbesar sebanyak 423.392 orang. Disusul kemudian Kabupaten Banjar sebanyak 401. 445 pemilih, Kabupaten Tanah Laut (Tala) sebanyak 230.136 pemilih, Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 220.789 pemilih dan Kabupaten Kotabaru sebanyak 216.845 pemilih. Lalu Barito Kuala sebanyak 217.969 pemilih, Banjarbaru sebanyak 144.275 pemilih, Tapin sebanyak 131.510 pemilih, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sebanyak 166.196 pemilih, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sebanyak 184.435 pemilih, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sebanyak 160.318 pemilih. Kemudian Kabupaten Tabalong sebanyak 167.897 pemilih dan Kabupaten Balangan sebanyak 89.144 pemilih. Melihat data tersebut, memenangkan Banjarmasin menjadi salah satu kunci kemenangan untuk Pilgub Kalsel. Disamping itu, ada juga pertimbangan untuk menilai posisi wakil dari Haris Makkie. Apakah memasang Ketua DPRD Banjarmasin Hj Ananda yang sebelumnya aktif melakukan sosialisasi pencalonannya sebagai ‘orang nomor 2’ atau tetap mempertahankan posisi H Yuni yang juga kader Golkar, sebagai wakil dari Haris Makkie. Walau sebelumnya Supian HK mengatakan, alasan memilih H Yuni sebagai pendamping Haris Makkie lantaran yang bersangkutan mampu menghubungkan dengan sejumlah partai untuk diajak koalisi di Pilkada Banjarmasin. Dalam surat pengajuan rekomendasi DPD I Golkar Kalsel ke DPP Golkar, No A-054/GOLKAR-KS/V1/2020 tentang Laporan Hasil Pelaksanaan Tahapan Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar di Pilkada 2020, yang dikeluarkan tanggal 26 Juni 2020 lalu, disebutkan sejumlah parpol yang diajak. Termasuk PAN Banjarmasin yang memberikan 9 kursinya secara gratis! Selain itu, ada pula PDIP dengan 5 kursi, Nasdem 1 kursi. Sebelumnya, disebutkan bahwa PKS ikut mendukung. Tapi hal tersebut diklarifikasi oleh Ketua DPD PKS Banjarmasin Hendra kepada Kanalkalimantan.com, mengatakan masih merupakan klaim sepihak. Ia mengatakan, partainya belum menyampaikan dukungan apapun terkait bakal pasangan calon di Pilkada Banjarmasin. “Jadi surat yang beredar itu masih merupakan klaim sepihak dari Partai Golkar. Karena kami sesuai mekanisme masih menunggu keputusan DPP PKS,” katanya. Hendara mengatakan, peluang petahana Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina, untuk kembali diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Banjarmasin 2020, cukup besar.

Sumber: kanalkalimantan.com dan berbagai sumber (dengan judul: HEADLINETak Tercantum Duet Haris Makkie-H Yuni di Rekomendasi DPP Golkar, Supian HK: Lihat Saja Nanti)

Berita ini sudah dilihat 87 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 350
  • Page views today : 397
  • Total visitors : 531,129
  • Total page view: 1,114,855