Connect with us
Update Now

Balangan

Tanaman Porang di Balangan Jadi Komoditi yang Punya Prospek Cerah

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 101,245 kali

Tanaman porang di Balangan terus dibudidayakan (dok, bebasbaru.com)

BêBASbaru.com, BALANGAN – Selain memiliki kekayaan alam  berupa batubara. Kabupaten Balangan juga miliki kekayaan plasma nuftah (Sumber daya genetik hultikultura) yang berlimpah, hal itu disampaikan Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, Rizkianor Fauzi saat dikunjungi BèBASbaru di ruangan kerjanya. (16/09/2020). Rizki panggilan akrab Kabid Tanaman Pangan mengatakan, tanaman porang yang selama ini dianggap sebagai gulma oleh masyarakat, Ubi Porang juga tidak disukai oleh tikus dan babi. “Ubi Porang merupakan ubi yang memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan. Dimana untuk harga perkilonya saja untuk ubi porang yang belum diolah sama sekali harganya berkisaran sekitar Rp4000 – Rp10.000 perkilo, sedangkan ubi porang yang setengah jadi atau berbentuk chips harganya berkisara pada angka Rp.10.000 -Rp. 17.000, perkilonya,” Jelas Rizki.  lebih lanjut, Rizki menjelaskan, dalam upaya  menggali potensi ekonomi dari ubi porang, Pemkab Balangan melalui Dinas Pertanian membentuk aliansi atau komunitas ubi porang. Adapun sampai saat ini anggota aliansi berjumlah  sekitar 30 orang yang tersebar kesuluruh Kecamatan di Kabupaten Balangan. “Melalui komunutas ini, harapnya  dapat memfasilitasi petani – petani  porang Kabupaten Balangan dalam segi pelatihan dan cara perawatan ubi porang secara baik dan benar. Dengan perawatan yang benar dan tepat akan menghasilkan ubi  dengan kualitas cukup baik. Kabupaten Balangan sendiri,  telah menghasilkan sekitar 70 ton ubi porang pertahun  dalam bentuk chips ,” Ungkap Kabid Tanaman Pangan Dinas pertanian. Rizki menyampaikan, di tahun depan Dinas Pertaian  akan berkerja sama dengan Balitbangda Kabupaten Balangan, dalam bentuk pengadaan alat untuk mengolah ubi porang. “Sehingga dengan adanya alat tersebut akan membuat harga ubi porang akan stabil dan mungkin saja akan meningkay. Kerena, Kabupaten menjual produk  dari bahan baku ubi porang yang menjadi komoditas ekspor, ” Tutup Rizki. Sebagai informasi, ubi porang  memiliki masa tanam bekisar pada 6 bulan masa tanam sampai 2 tahun masa tanam, tergantuk bibit yang ditanam. Selain itu juga, ubi porang ini bisa diolah menjadi bahan utama pembuatan tepung, bahan kosmetik. (doel BB)

Sumber: bebasbaru.com

Berita ini sudah dilihat 128 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 61
  • Page views today : 69
  • Total visitors : 528,262
  • Total page view: 1,111,662