Connect with us
Update Now

Sahibar Banua

Tak Umumkan Calon Kepala Daerah yang Diusung di Kalsel, Bisa Jadi PDIP Ngotot Kadernya Harus Cawabup Paman Birin?

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 406,522 kali

SAHIBAR POLITIK – DPP PDI Perjuangan mengumumkan bakal calon kepala daerah usungan mereka yang berlaga di Pilkada tahun ini. Ada sebanyak 50 pasangan yang diumumkan secara resmi kemarin. Dari daftar nama itu, tak ada nama bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel. Dari 50 pasangan tersebut, hanya ada tiga pasangan dari Kalsel. Dia adalah pasangan Syafruddin H. Maming-Andi Rudi Latif yang berlaga di Pemilihan Bupati (Pilbup) Tanah Bumbu. Selain itu ada nama Aditya Mufti Ariffin-Ahmad Rifani Iwansyah yang berlaga di Pemilihan Wali Kota Banjarbaru dan Zairullah Azhar-Zulkipli yang berlaga di Pilbup Kotabaru. Ketua Harian DPD Golkar Kalsel, Supian HK mengaku tak terkejut PDIP belum mengumumkan bakal calon Gubernur Kalsel. Menurutnya, hal tersebut adalah hal biasa dalam politik. Dia yakin PDIP tetap akan berkoalisi dengan Partai Golkar mengusung Sahbirin Noor pada Pilgub tahun ini. PDIP sendiri pernah satu koalisi bersama Golkar pada Pilgub 2015 lalu. Dua partai ini bersama PPP, Hanura, PKS dan PAN mengusung Sahbirin Noor-Rudy Resnawan. DPP Golkar sendiri sebutnya, hingga saat ini belum menetapkan pasangan bakal calon. Meski demikian, nama-nama pasangan bakal calon yang melamar ke DPD Golkar Kalsel lalu sudah dikirim ke DPP pada 7 Februari lalu. “Saat ini masih dilakukan survei dari DPP. Kami perkirakan pada bulan Maret mendatang sudah ada namanya,” katanya. Sekretaris DPD PDIP Kalsel, M Syaripuddin mengungkapkan, pengumuman kemarin adalah periode pertama. Sisanya, akan diumumkan kembali pada 19 dan 23 Maret mendatang. Di sisi lain, pengamat politik ULM, Gazali Rahman berpendapat, belum diumumkannya bakal calon di daerah lain, termasuk bakal calon gubernur, menandakan masih ada yang belum selesai antar partai politik. Menurutnya, posisi bakal calon gubernur dan pasangannya menjadi ujung tombak menentukan bakal calon pada pilbup maupun pilwali. “Politik itu kan negosiasi. Artinya negosiasi belum tuntas. Kalau tuntas pasti diumumkan,” ujar Gazali. Bagi petahana, memilih wakil tentu harus melalui kajian sangat matang. Meski tak lagi berlaga lima tahun mendatang namun, keberhasilan selama menjabat akan menjadi tolak ukur sang pemimpin. Belum lagi, jika Sahbirin ingin berlaga di kancah nasional. Tentu dia memerlukan wakil yang bisa membantunya maksimal. “Peluang Sahbirin untuk masuk panggung politik nasional sangat terbuka. Namun, tolok ukurnya adalah keberhasilannya saat memimpin Kalsel. Makanya perlu orang tepat yang mendampinginya,” ujar Gazali. Dosen FISIP ULM ini memprediksi, meski belum menetapkan pasangan bakal calon gubernur, PDIP tetap akan berkoalisi dengan Partai Golkar mengusung Sahbirin. “Saat ini dua parpol ini sangat mesra. Tak hanya di nasional, juga di Kalsel,” tandasnya.
Sumber: kalsel.prokal.co dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 99 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 82
  • Page views today : 87
  • Total visitors : 553,413
  • Total page view: 1,139,818