Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Susahnya Anak di Desa Belajar Padahal Semangatnya Tinggi, Gara-gara Susah Sinyal

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 118,411 kali

Sejumlah pelajar di Desa Pantailinuh terpaksa ke sana kemari mencari sinyal (dok, bpost)

BêBASbaru.com, TANAH LAUT – Kegiatan belajar mengajar secara daring pada masa pandemi covid-19 saat ini tak semuanya terlaksana lancar. Di wilayah tertentu yang loemah sinyal telepon selular kerap menjadi persoalan tersendiri. Contohnya di Desa Pantailinuh, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), sebagian pelajar setempat dikabarkan mesti naik ke gunung untuk mencari sinyal. Hal itu bahkan ramai diperbincangkan di sosial media (sosmed) Facebook di grup Tanah Laut Dalam Berita. Ditulis; dampak dari sekolah online, para anak warga Pantai Linuh mencari sinyal internet ke atas gunung. #copas dari Instagram @tanahlautinfo. Foto pertama tampak empat anak usia sekolah dasar sibuk dengan handphone (HP) masing-masig di sebuah gubuk beratap daun nipah. Foto kedua, dua orang duduk di kendaraan matic di tepi jalan yang diselimuti rerimbunan pohon kelapa sawit. Mengenai hal itu, Kepala Desa Pantailinuh, Ali Makruf, ketika dihubungi banjarmasinpost.co.id mengatakan infomasi yang disampaikan di medsos tersebut teramat berlebihan. Pasalnya sinyal di kampungnya tetap ada meski kadang kurang stabil. “Kalau di medos kan memang begitu, hal kecil terlalu dibesar-besarkan. Saya kan juga punya anak sekolah, kelas dua dan enam. Gak pernah tuh sampai harus lari-lari ke gunung nyari sinyal,” sebutnya. Ia menuturkan dirinya memang memasang wifi di kediamannya. Begitu halnya warganya juga banyak yang memasang wifi. Namun meski tak memasang wifi, sinyal tetap ada di permukiman di kampungnya di seluruh wilayah permukiman. “Ya memang kadang di dalam rumah sinyal lemah. Tapi, di teras bisa kok. Umumnya begitu yang saya ketahui,” jelasnya. Ia menegaskan sepengetahuannya aktivitas belajar mengajar secara daring di desanya tetap terlaksana lancar. “Sekarang kan belajarnya ngasih tugasnya sering lewat grup WhatApps. Lalu difoto, dikirim. Lancar-lancar saja,” tandasnya. Mengenai foto yang heboh di sosmed tersebut, Ali mengatakan lokasinya masih di lingkungan permukiman. “Itu tak jauh, cuma sekitar 300an meter saja, bukan tempat rawan,” tegasnya. Lebih lanjut ia menuturkan sebelumnya di kantor desa dipajang wifi dan bisa diakses oleh masyarakat umum. Namun karena kemudian fasilitas internet gratis banyak disalahgunakan untuk hal-hal yang tak baik, akhirnya pihaknya memproteksi sandinya.

Sumber: banjarmasinpost.co. id dan berbagai sumber (dengan judul: Sinyal di Desa di Tala ini Naik Turun, Sebagian Pelajar Terpaksa Lakukan Hal Begin)

Berita ini sudah dilihat 79 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 345
  • Page views today : 392
  • Total visitors : 531,124
  • Total page view: 1,114,850