Connect with us
Update Now

Uncategorized

Surya Paloh Usulkan Ambang Batas Parlemen 7 Persen, PAN Ketakutan dan Minta PT Dihapus

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 428,137 kali

Politik – Kalau usulan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di setujui pada revisi UU Pemilu yang akan datang, yakni parliamentary threshold (ambang batas parlemen) menjadi 7 persen. Maka dapat dipastikan lebih separu parpol yang saat menguasai DPR RI 2019-2024 akan tersingkir dari Senayan. Sebagaimana diketahui, hanya PDI-P, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PKS dan Demokrat yang mampu melampaui PT 7% pada pemilu 2019 lalu. Surya Paloh berasalan mendukung kenaikan parliamentary threshold (ambang batas parlemen) menjadi 7 persen, agar parpol dan pemilu makin berkualitas. Selain NasDem, ada PKS dan PDIP yang usulkan ambang batas parlemen 5 persen serta Golkar ingin 7,5 persen. Menurut Paloh, kenaikan ambang batas tersebut otomatis akan menyaring partai politik yang berkualitas di Indonesia. “Jelas bagi NasDem sejak awal Pemilu awal diikuti sepakat ambang batas Parliamentary Threshold minimal 7 persen. Artinya usulan NasDem pada perubahan batas minimum perubahan harus ditingkatkan dari 4 persen menjadi 7 persen,” ujar Paloh, Senin (27/1).

Ketum Nasdem Surya Paloh dan Presiden PKS Sohibul Iman sepakat agar PT naik jadi 7% (dok, Tribun)

“Upaya penyederhanaan partai politik itu baik. Upaya penyederhanaan parpol yang pernah terjadi di negeri ini bagus sekali,” tambah dia. Paloh mengungkapkan NasDem telah mengusulkan peningkatan ambang batas parlemen minimal 7 persen sejak usai Pemilu 2014. Dia yakin, penyaringan tersebut mampu menghasilkan partai berkualitas dalam manajemen institusi. “Sehingga menghasilkan nilai kualitatif yang lebih berarti dalam memperjuangkan ideologi dan visi misi partai politik,” ungkap dia. “Tapi kalau memang fungsi peran dan tugas parlemen memperkuat UU, ya (PT) 7 persenlah,” tegas dia. Berbeda dengan NasDem, Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay mengusulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) diturunkan, bahkan dihapus. “Ambang batas parlemen sudah semestinya diturunkan, atau bahkan dihapuskan. Sehingga, partai-partai yang ada tetap bisa mengirimkan perwakilannya ke parlemen,” ujar Saleh, Selasa (14/1).
Sumber: merdeka.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 118 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup