Connect with us
Update Now

Uncategorized

SURVEI RTK: Efek Pilpres PDIP & Gerindra yang Diuntungkan, 7 Partai Gagal Ke DPR, 4 Partai Harap-Harap Cemas

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 423,957 kali

Politik – Walaupun masih tetap menduduki posisi teratas, namun posisi PDIP terus mengalami penurunan dari segi keterpilihan. Sedangkan Partai Gerindra mengalami tren kenaikan, termasuk Golkar, PKB dan Demokrat. Efek pilpres pun secara langsung menguntungkan PDIP dan Gerindra, banyak yang mengatakan, kalau bukan Jokowi Capresnya, sudah dapat dipastikan nasib PDIP tak jauh beda malah lebih tragis dari nasib Partai Demokrat pada Pemilu Tahun 2014 lalu. Roda Tiga Konsultan merilis hasil survei mengenai elektabilitas partai politik. Hasilnya, hanya lima partai politik yang lolos ke parlemen. “Jika pemilu dilaksanakan sekarang, parpol yang sudah jelas lolos threshhold 4% yaitu PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, dan Demokrat,” kata Direktur Eksekutif Roda Tiga Konsultan (RTK) M. Kahfi Siregar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (21/3). Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 28-15 Januari 2019. Survei mengambil 1610 responden secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat (stratified random sampling) di 34 provinsi. Margin of error +/- 2,5% dan quality control survei sebesar 20%. Hasil survei memotret PDIP unggul dengan elektabilitas 22,1%, Gerindra di posisi kedua 13,7%, Golkar 11,2%, PKB 8% dan Demokrat 7,2%. Dari hasil survei juga tergambar empat parpol harap-harap cemas lantaran berada di ambang batas antara lolos dan tidak lolos. Parpol yang masuk cluster ini adalah PPP, PKS, Nasdem dan PAN. Tingkat keterpilihan PPP 5,2%, PKS 5,1%, Nasdem 4,6% dan PAN 2,4%. “Tujuh partai tidak lolos threshhold. Yaitu Hanura (14%), PBB (0,5%), PKPI (0,2%) dan juga partai pendatang baru yaitu Garuda (0,2%), Berkarya (0,4%), Perindo (0,9%), dan PSI (0,4%),” katanya. Diketahui juga bahwa undecided voters cukup tinggi yakni 20,9%. Jika undecided voters diasumsikan tidak memilih dan suaranya didistribusikan secara proporsional kepada semua partai, maka perolehan suara lima partai terbesar akan mengalami kenaikan yang signifikan. PDIP menjadi 28,0%, Gerindra 17,4%, Golkar 14,1%, PKB 10,1%, dan Demokrat 9,1%. “Tren elektabilitas PDIP terlihat turun dari survei RTK bulan Agustus 2018 dari 26% menjadi 22,1%. Sementara Golkar dan PKB mengalami kenaikan, Golkar naik dari 9,3% menjadi 11,2%. PKB juga dari 6,5% menjadi 8%. Sementara Gerindra dan Demokrat belum beranjak,” jelas dia. Temuan lain survei kalini dibandingkan perolehan suara pemilu 2014, hanya PDIP dan Gerindra yang mengalami kenaikan signifikan. Hal ini, kata Kahfi, menunjukkan efek ekor jas dari Pilpres benar-benar hanya menguntungkan bagi dua partai saja, yaitu PDIP dan Gerindra. “Sementara partai-partai lain harus berjuang keras untuk menyamai perolehan suara pada Pemilu 2014,” demikian Kahfi.
Sumber: RMOL.co dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 110 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip