Connect with us
Update Now

Uncategorized

Survei LSI: Polisi, Pengadilan dan PNS Instansi Paling Korup

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 424,120 kali

Investigas – Ironis, lembaga yang menjadi pelayan publik, justru paling korup di negeri ini, padahal rakyat sudah membayar gaji mereka melalui pajak ber lipat-lipat, namun mental korup masih kuat dan tak bisa di hapus. Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei soal tren persepsi publik tentang demokrasi, korupsi, dan intoleransi. Hasilnya, kepolisian, pengadilan dan PNS menempati indeks korupsi yang tinggi. Dalam survei yang dilakukan LSI sebanyak 10,7 persen responden pernah berurusan dengan polisi. Dari jumlah tersebut sebanyak 33,7 persen pernah dimintai uang. Hasil survei menyebut sebanyak 2,4 persen responden berurusan dengan pengadilan. Dari jumlah tersebut sebanyak 21,6 persen pernah dimintai uang. Sementara dalam pendaftaran PNS sebanyak ditemukan 3,5 persen responden pernah berurusan dengan instansi tersebut. Dari jumlah itu 17 persen responden juga dimintai uang. “Setidaknya ada tiga institusi yang harus bekerja ekstra keras. Dari segi magnitude kemungkinan mereka dimintai uang. Kalau dari segi magnitude yang pertama paling magnitude untuk dimintai uang adalah polisi, kedua pengadilan, ketiga urusan PNS. Itu tiga institusi yang potensial pemilih dimintai uang di luar biaya resmi,” kata Peneliti Senior LSI Burhanuddin Muhtadi di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat, Senin (24/9). Burhan mengatakan, para responden mengaku kerap dimintai uang saat berhubungan dengan kepolisian. Angka responden yang menjawab kerap dimintai uang yaitu 11%. “Lalu kemudian pernah nggak berurusan dengan polisi? 11 persen mengaku pernah dan dari 11 persen kemungkinan mereka dimintai uang oleh polisi jauh lebih tinggi ketimbang institusi yang saya sebutkan sebelumnya yaitu 34 persen,” kata Burhanuddin. Survei ini dilakukan kepada warga Indonesia yang punya hak pilih pemilu yakni yang sudah berusia 17 tahun atau lebih. Survei dilakukan Agustus 2018 dengan sampel 1.520 responden. Metode yang dipilih multi-stage rsndom sampling. Margin of eror sebesar 2,6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka pewawancara. Satu pewawancara bertugas untuk ke satu desa yang terdiri hanya dari 10 responden. Pengambilan survei ini juga dilakukan quality control terhadap hasil wawancara secara random sebesar 20 persen. Hasilnya, tidak ditemukan kesalahan.
Sumber: Detik.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 88 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip