Connect with us
Update Now

Tabalong

Subcont PT Adaro Berulah, Lakukan Pembuangan Sampah Perusahaan ke Lahan Milik Warga. Keberatan dan Akan Lapor Polisi Bila Tak Ada Tanggung Jawab

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 114,304 kali

Lahan milik H Asid yang dijadikan TPA (dok, Ist)

Tabalong – Sebagai sebuah perusahaan besar yang skalanya sudah masuk aset vital nasional, PT Adaro Indonesia tentunya jadi pusat perhatian hingga ke mancanegara. Apalagi perusahan tambang batubara ini identik dengan lingkungan, sehingga sekecil apapun pencemaran, harus dilakukan pencegahan. Akibat membuang sampah eks perusahaan di tanah warga, pemilik lahan bernama Mursid alias H Asid merasa keberatan dan bila tak ada itikad baik dari perusahaan, dia akan lapor polisi. Menurut Asid, lahannya yang terletak di Jl Padat Karya – Jenamas RT 005/RW 003, Kelurahan Taniran, Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur, Kalteng tersebut kini kondisi sudaj rusak dan tak bisa ditanami apapun lagi, akibat pembuangan sampah eks perusahaan PT Adaro Indonesia tersebut. “Bayangkan selain ban-ban bekas mobil, plus besi-besi di lokasi itu juga di buang sampah RT, seperti bekas plastik, kotak kardus dan lain-lainnya. Yang membuat saya jengkel, sampah-sampah tadi di bakar dan bekas-bekasnya tentu saja dibiarkan berserakan di sana,” ungkap Asid. Kalau nanti musim penghujan, bekas-bekas bakaran itu tadi akan menyebar kemana-mana, bukan hanya lahan saya yang tak subur lagi, tapi milik warga lainnya akan terimbas, tambah Asid. “Belum lagi jalan rusak akibat lalu lalang mobil pengangkut sampah tersebut, sehingga sangat mengganggu warga, karena jalan itu merupakan akses ke kebun,” jelas Asid, yang bertempat tinggal di Desa Habau Hulu, RT 003, Banua Lawas, Tabalong ini. Saat dikonfirmasi via wa ke PT Adaro Indonesia, Selasa (5/11), Rizki Dartaman, External Relations Division Head PT Adaro lndonesia mengatakan, pada prinsip nya Adaro tidak menyetujui adanya Pembuangan sampah bukan pada TPS resmi Adaro. “Sehingga sejak bulan September 2019, PT Adaro Indonesia sudah melarang pembuangan ditempat tersebut, dan sejak bulan September 2019, tidak ada pembuangan sampah lagi disana,” tegas Rizki Dartaman. Ditambahkannya, proses pembuangan sampah di KM 35, bermula dari permohonan masyarakat seperti dalam dokumen yang dikirimkan ke bebasbaru.com. Operator kegiatan ini adalah PT. ISS yang di sub cont kan ke PT. KJB (sdr. Harun), jadi bukan oleh PT Adaro langsung. Kuat dugaan, pembuangan sampah itu justru melebar ke tanah milik Asid, sehingga sebagai pemilik lahan, Asid sangat keberatan lahan nya dijadikan TPA dadakan oleh PT KJB tersebut.
Sumber: Tim BB

Berita ini sudah dilihat 46 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

49 − = 47

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 347
  • Page views today : 385
  • Total visitors : 530,303
  • Total page view: 1,113,904