Connect with us
Update Now

Banjarbaru

Sistem Ring Digunakan Untuk Penanganan COVID-19 Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 119,258 kali

Walkot dan Wawalkot kini pakai sistem Ring di Banjarbaru (dok, kanal kalimantan)

BêBASbaru.com, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru terus mengintensifkan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) untuk mencegah penyebaran di masyarakat dan menerapkan sistem ring dalam pelaksanaannya di lapangan. Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani di Kota Banjarbaru, Ahad mengatakan, sistem ring merupakan kelanjutan dari penanganan dengan cara pelacakan (tracking), pengujian (testing) dan pengobatan (treatment). “Masukan seluruh unsur gugus tugas, dokter spesialis, epidemolog, dan surveillance, penanganan COVID-19 akan lebih ditingkatkan menggunakan sistem ring,” ujar wali kota yang juga Ketua Gugus Tugas COVID-19 itu.  Disebutkan, sistem ring diterapkan terhadap pasien terkonfirmasi positif yang ditangani melalui 3 ring potensi penularan. Ring pertama keluarga, ring kedua teman kerja atau teman akrab dan ring ketiga adalah lingkungan. Dijelaskan, ring pertama keluarga yang tinggal satu rumah dan ring kedua yakni teman kerja atau teman akrab dengan interaksi intensif langsung dilakukan swab test, sementara ring ketiga akan di rapid test. “Strategi menggunakan sistem ring itu dilakukan agar upaya pelacakan dan pengujian berjalan efektif sehingga bisa diketahui siapa saja berpotensi menularkan dan bisa ditangani sesuai protokol kesehatan,” ungkapnya. Dikatakan, saat ini tracking dan testing menggunakan rapid test telah dan terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan terhadap lebih dari 2.000 orang warga Banjarbaru sehingga bermunculan kasus positif, PDP dan ODP.  Sementara treatment dilakukan Pemkot dengan mempersiapkan ruang isolasi, baik di Rumah Sakit Daerah “Idaman” maupun di tempat karantina serta isolasi mandiri yang juga telah disiapkan tempatnya. “Harapannya, tentu agar proses mulai tracking, testing dan treatment bisa sukses sehingga penyebaran dan penularan COVID-19 di Banjarbaru bisa dikendalikan dan diminimalisir,” katanya. Ditambahkan, guna memudahkan pelaksanaan tracking dan testing serta treatment, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru akan melibatkan unsur TNI, Polri, Ikatan Dokter Indonesia serta pihak terkait lainnya.

Sumber: antaranews.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 58 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 111
  • Page views today : 115
  • Total visitors : 531,283
  • Total page view: 1,115,018