Connect with us
Update Now

Tabalong

Siring Jebol Bertahun-tahun Dibiarkan Tak Ada Perbaikan, Hasil Dolanan Tiap Minggu Ke Jakarta Mana?

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 101,897 kali

Tabalong – Berkaca di Surabaya, Jatim, begitu jalan ambles hanya dalam hitungan minggu langsung diperbaiki. Kebalikan 180 derajat dengan Tabalong, dua (di Tanjung dan Banua Lawas) siring justru dibiarkan bertahun-tahun tak ada perbaikan dan perhatian dari Pemkab Tabalong. Yang lucu, PUPR Tabalong selalu berkilah itu proyek pusat, aneh kenapa PUPR tak koordinasi dengan pemerintah pusat untuk lakukan perbaikan, terkesan lepas tangan begitu? Padahal hampir saban Minggu ada saja ASN plus Anggota DPRD Tabalong yang dolanan ke Jakarta, kenapa tak ada hasil? Belum ada respon siring jalan yang mengalami kerusakan lagi, warga Desa Banua Lawas Kabupaten Tabalong berinisiatif memperbaiki sementara siring ambrol dan jalan yang amblas. Sekcam Banua Lawas M Hatta menerangkan, perbaikan jalan merupakan tanggung jawab dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang sebelumnya pernah memperbaiki. “Dulu sudah pernah diperbaiki, tapi ini rusak lagi,” katanya, Kamis (01/8/2019) lalu. Sekcam menyampaikan kalau diakhir Desember kejadian kerusakannya. “Akhir tahun kalau minta dana ke kabupaten tentu harus direncanakan dan satu tahun baru bisa direalisasikan,” sebut dia. Sebelumnya sudah pernah dibangun siring dibantu oleh pemerintah lewat dana Penanggulangan Bencana Nasional dari pusat, turun mengerjakan tapi belum sempat satu tahun ini siring amblas lagi. Tindakan dilakukan warga setempat membuat tanggul sementara. “Longsor kemarin tidak bisa di prediksi langsung terjadi saja, jadi penanggulangan kemarin sumber daya dari masyarakat. Jadi dari semua desa sekitar sama-sama bergotong-royong memperbaiki jalan,” tuturnya. Dilakukan perbaikan segera karena saat itu situasinya sedang banjir pada saat warga menanam padi dan tanaman terendam air. Warga mengusulkan untuk melakukan tindakan darurat dan sama-sama menimbun tanah di tempat yang amblas dan jadilah tanggul sementara. “Supaya masyarakat bisa bercocok tanam kembali dan bisa melewati jalan tersebut,” lanjutnya, saat dikonfirmasi koranbanjar.net di kantor Kecamatan Banua Lawas. Tanggul yang sudah selesai pernah diuji dengan banjir di musim penghujan dulu. Memang waktu itu masih tampak kokoh dan bisa dipastikan kondisi tanggul aman, penduduk bisa bertani dan jalan bisa dilewati. “Sementara itu dulu yang bisa kami lakukan. Kami dari kecamatan dan pemerintah daerah tetap terus berkoordinasi pemerintah pusat untuk kewenangannya, diupayakan agar keinginan masyarakat bisa bertransportasi dengan mudah,” ujarnya.
Sumber: koranbanjar.net dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 51 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 79 = 84

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 167
  • Page views today : 193
  • Total visitors : 528,368
  • Total page view: 1,111,786