Connect with us
Update Now

Dunia

Singapura yang Ikutan Panik Gara-gara Corona bagian 2: Warga Hong Kong Borong Persediaan Pokok

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 457,405 kali

DUNIA – Virus corona mulai berdampak terhadap ekonomi berbagai negara. Saat ini, warga Hong Kong dilaporkan mulai bepergian ke pasar maupun supermarket untuk menyetok berbagai keperluan. Menurut laporan Chanel News Asia, pada akhir pekan lalu, ratusan orang mengantre untuk membeli masker dan vitamin; makanan seperti daging, makanan laut, beras; dan mie instan ternyata ikut diborong. Konsumen khawatir wacana penutupan perbatasan Hong Kong dan China akan memberi dampak terhadap persediaan produk. Hingga kini, pemimpin Hong Kong Carrie Lam belum bersedia menutup akses antara Hong Kong dan China Daratan. Sementara, perserikatan tenaga kesehatan Hong Kong siap turun ke jalanan untuk memprotes keputusan pemerintah yang tak ingin menutup akses ke China Daratan di tengah risiko virus corona. Sekitar 90 persen persediaan makanan di Hong Kong adalah produk impor. Kebanyakan di antaranya berasal dari China Daratan. “Semua orang benar-benar khawatir. Saya pikir semua takut terkait apa yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Harga-harga juga naik,” ujar Cindy, seorang eksekutif ritel. Produk-produk yang ludes terjual adalah hand wash dan cairan antiseptik. Karung-karung beras dan mi instan yang tersisa pun diborong pelanggan. Pembeli lebih memilih supermarket ketimbang pasar tradisional, sebab kondisi supermarket yang ber-AC dianggap lebih nyaman. Bagi warga Hong Kong, aksi borong makanan itu tak pernah terjadi sebelumnya. Dampak dari virus corona dianggap lebih parah daripada peristiwa wabah SARS. Banyak juga foto beredar di Twitter terkait panjangnya antrean konsumen demi membeli masker.

Cara Taiwan Cegah Penimbun Masker

Merebaknya virus corona ternyata memberikan efek terhadap penjualan masker. Ada pula pembeli yang rela mengantre hingga berjam-jam untuk mendapatkan masker. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengatakan masker-masker produksi Indonesia sudah diborong China. Stok masker di Taiwan juga sedang menipis, sementara Taiwan bukan negara yang berfokus pada produksi masker, mereka lebih memilih impor masker. Untuk menghindari kekacauan pasar, pemerintah Taiwan pun langsung membeli masker dari pabrik lokal untuk kemudian dibagikan lagi. “Pemerintah membeli sebagian besar masker dari pabrik dan mendistribusikan masker-masker itu ke pusat-pusat medis. Pengendalian pun lebih baik dan harganya bagus,” ucap pemimpin perwakilan Taiwan di Indonesia, John Chen, kepada Liputan6.com. Karena kebijakan tersebut, harga masker tetap terjaga seharga sekitar Rp 20 ribu per lembar. Selain itu, Taiwan tidak khawatir terkait masalah pangan. Berbeda dari Hong Kong yang banyak impor dari China, pemerintah Taiwan mengimpor dari negara-negara lain, termasuk Indonesia. “Kami mengimpor cukup banyak sayuran dari Indonesia dan kami mengimpor daging dari Australia, Selandia Baru, dan negara-negara Eropa,” jelas John Chen.
Sumber Liputan6.com, merdeka.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 183 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis