Connect with us
Update Now

Banjarmasin

Sempat Ribut Ada isu Praktik Perjokian, Lelang Jabatan di Lingkup Pemko Banjarmasin Jalan Terus

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 423,586 kali

Para pejabat kala ikut tes lelang jabatan di Pemkot Banjarmasin (dok,kumparan.com)

BêBASbaru.com, BANJARMASIN – Proses lelang jabatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sejak 23 Juli lalu diterpa isu tidak sedap. Pasalnya salah seorang peserta dalam lelang jabatan ini diduga menggukan jasa joki khususnya saat mengikuti proses assement yang digelar secara online pada 3-4 Agustus 2020. Assesment ini sendiri merupakan salah satu tahapan proses yang dilakukan untuk mengukur kompetensi masing-masing peserta. Adanya dugaan praktik perjokian ini pun dibeberkan oleh seseorang yang ada di lingkungan Pemko Banjarmasin yang enggan disebutkan namanya. “Ada peserta yang didampingi saat menjawab pertanyaan-pertanyaan,” katanya, Kamis (6/8/2020) siang. Terkait adanya peserta yang turut dibantu joki saat proses assement ini pun kabarnya juga menjadi pembicaraan hangat di kalangan peserta lelang jabatan. Dikonfirmasi terkait adanya isu ini, Kepala Bidang Pengadaan Kepangkatan dan Mutasi ASN, BKD Diklat Banjarmasin, Fauzan pun tidak menampiknya. Namun Fauzan pun enggan memastikan apakah memang ada peserta yang benar-benar menggunakan joki dalam proses assement tersebut. “Memang ada keributan dari peserta barangkali kemarin itu. Tapi kalau sifatnya membantu menjadi operator, misalnya ada peserta yang lemah IT nya kan kita tidak tahu,” ujarnya. Fauzan menambahkan apabila memang terbukti ada perjokian, tentunya akan ada yang berwenang untuk memberikan penilaian nantinya, yakni Panitia Seleksi (Pansel). “Karena itu juga menyangkut penilaian, apalagi kalau memang bisa dibuktikan tentu nanti Pansel yang akan memberikan penilaian,” terangnya. Sementara Ketua Pansel, Effendi mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan yang masuk terkait kabar adanya peserta yang memakai joki ketika dalam proses assesment. “Belum ada. Tapi nanti kalau ada informasi resmi ke Pansel bahwa ada isu itu dan bisa membuktikan siapa orangnya, Pansel bisa mempertimbangkan. Dan kalau memang ada informasi seperti itu kirim saja surat ke kami, dan akan kami crosscek. Kalau terbukti tentu Pansel akan mempertimbangkan untuk memberikan rekomendasi selanjutnya,” tutupnya. Sekadar diketahui, Pemko menggelar lelang jabatan untuk pengisian posisi lima kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang saat ini masih lowong. Lelang jabatan yang digelar juga sudah mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Kelima jabatan yang dilelang yakni Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja. Kemudian, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, serta Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Banjarmasin. Hingga ditutupnya pendaftaran pada 27 Juli lalu. Tercatat ada 38 orang yang melamar untuk lima posisi itu. Rinciannya Dinas Perdagangan dan Perindustrian ada delapan pelamar, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik 11 pelamar, dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja 10 pelamar. Selanjutnya Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar lima pelamar, dan terakhir yakni Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan empat pelamar.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Merebak Isu Praktik Perjokian Pada Lelang Jabatan di Lingkup Pemko Banjarmasin, Ini Sikap BKD)

Berita ini sudah dilihat 508 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA