Connect with us
Update Now

Hulu Sungai Selatan

Selama Tubuh Sehat dan Kuat Pantang Mengemis, Kakek 80 Tahun Ini Kayuh Sepeda Jualan Es Serut

Diterbitkan

pada

Kakek Adnan yang pantang mengemis apalagi ngaku miskin demi dapat BLT atau sembako (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, HULU SUNGAI SELATAN –  Warga Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, mungkin sering bertemu kakek ini. Tiap hari, pria sepuh itu mengayuh sepeda butut. Di jok belakang sepedanya terdapat dua kotak ukuran sedang, berisi termos es. Ya, kakek yang mengaku usianya lebih dari 80 tahun tersebut adalah pedagang es serut kililing.  Namanya, Adnan, atau Kai (Kakek) Adnan. Tiap hari dia mencari nafkah dengan berjualan es serut. Berangkat sejak pukul 08.00 wita dari rumahnya di Desa Longawang, Kecamatan Telaga Langsat, Kai Adnan menggunakan sepeda tua menerabas jalan raya kota Kandangan. Diapun harus bersaing dengan pedagang es modern keliling lainnya, yang menggunakan sepeda motor.  Saat diajak reporter banjarmasinpost.co.id berbincang, Kai Adnan sedang istirahat melepas lelah di bawah pohon, pinggir jalan R Soeprapto Kandangan. Napasnya tersengal, bahkan kedua tangannya terlihat masih gemetar. Tampak kondisinya tak begitu sehat. Ada beberapa pengendara yang mampir. Bukan untuk membeli es serutnya. Tapi untuk sekedar memberi sedekah karena merasa iba. Kakek itupun terlihat terharu, ketika ada yang mampir memberinya sedekah. Spontan doa-doa untuk orang dermawan itu dia panjatkan. “Saya tidak mau menjadi pengemis. Biar hanya bisa makan sekali sehari, pantang bagi saya meminta-minta. Selama tubuh masih bisa berdiri tegak, saya tetap akan bekerja mencari nafkah sendiri,”ungkapnya.  Kakek Adnan, mengaku  tinggal bersama istrinya. Menurutnya, istrinya juga sudah sepuh dan sakit-sakitan sehingga tak bisa bekerja lagi.  Berkomunikasi dengan Kai Adnan, cukup sulit. Pendengarannya sudah terganggu. Meski sudah memakai alat bantu dengar yang diletakkan di telinga, kita harus bersuara agak keras dan mendekat ke telinganya. Kalau tidak, kakek itu tak bisa mendengarnya. Mengaku berjualan es keliling sudah lebih satu tahun, Kai Adnan tiap hari mengayuh sepeda dari desa Longawang ke Kandangan. Jaraknya sekitar 19 kilometer.  Kadang sering berhenti, ketika pandangan matanya terasa kabur.  Menurutnya, tak selalu es serut yang dijajakan itu habis terjual. Apalagi jika cuaca sedang hujan. Es serut dia ambil dari pembuatnya di Desa Pangambau, Hulu Sungai Tengah. Desa Pangambau, berbatasan dengan desa Longawang, HSS. Es serut dengan menggunakan roti tawar itu dia beli Rp 1500 per porsi, dan dijual hanya Rp 2.000. Jadi keuntungan yang didapat hanya Rp 500.  Tiap berjualan, keuantungan maksimal hanya berkisar Rp 15 ribu sampai Rp 20 Ribu. Dari hasil jerih payah itu, kata Kai Adnan membeli beras, kebutuhan makan bersama istrinya. Meski sakit-sakitan, istri kakek itu masih bisa memasak sendiri. Kakek Adnan, mengaku memiliki beberapa anak. Namun tinggal jauh, yaitu di Danau Panggang, Hulu Sungai Utara. Prinsip hidupnya yang pantang mengemis, membuat kakek ini tak mau menyerah. Dia terus berjuang mencari nafkah. Sesuai prinsipnya, selama tubuh masih bisa berdiri tegak, pantang meminta-minta.

Sumber: Banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul, Pantang Mengemis, Kakek 80 Tahun dari Longawang HSS Ini Kayuh Sepeda Jualan Es Serut)

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

SPACE IKLAN

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 72
  • Page views today : 86
  • Total visitors : 504,344
  • Total page view: 1,082,025