Connect with us
Update Now

Kesehatan

Selain Pakai Vaksin Cina, Bio Farma Akan Pakai Produksi Dalam Negeri

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 127,338 kali

Vaksin sinovac dari Cina yang kini sedang di uji cobakan di Indonesia (dok,CNBC Indonesia)

BêBASbaru.com, KESEHATAN –  PT Bio Farma menyiapkan dua strategi dalam pengembangan vaksin Covid-19 di Indonesia untuk menangkal penularan virus corona SARS-CoV-2 di Indonesia. Strategi jangka pendek adalah dengan menyediakan vaksin dengan mengandeng perusahaan biofarma China, Sinovac Biotech dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). Sedangkan strategi jangka panjang adalah dengan memproduksi vaksin yang dikembangkan peneliti Indonesia melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19.
”Bio Farma melakukan penyediaan vaksin melalui dua yaitu jangka pendek panjang. Kita ambil kolaborasi dengan internasional untuk jangka pendek. Sedangkan jangka panjang dengan Lembaga Biologi Molekuker (LBM) Eijkman, Baltbangkes untuk melakukan riset bersama,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma Bambang Heriyanto di Bandung, Rabu (12/8). Kandidat vaksin Indonesia yang dikembangkan Eijkman dkk diberi nama vaksin merah putih. Progres pengembangan vaksin yang murni berasal dari Tanah Air ini sedang dalam fase memproduksi protein di dalam kultur sel mamalia setelah berhasil mengisolasi materi genetik antigen dari virus. Hal senada diungkap Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan vaksin Covid-19 dalam negeri tak hanya andalkan dari satu produk saja. “Jadi bukan berarti hanya satu produk saja. Kita siap berkerja sama internasional lainnya, di dalam negeri juga ada vaksin merah putih. Sehingga kita membuka ruang itu juga,” kata Arya. Bio Farma menjelaskan teknologi yang dipakai untuk mengembangkan vaksin Sinovac dan vaksin Merah Putih berbeda.

Jokowi dan Erick Thohir saat meninjau pabrik Bio Farma (dok, Detik Kota)

Vaksin asal China menggunakan vaksin konvensional dengan menggunakan metode menonaktifkan (inactivated) virus corona SARS-CoV-2. Sedangkan Konsorsium Eijkman dkk membuat vaksin dari pengambilan protein yang berasal dari virus SARS-CoV-2 yang bernama Spike dan Nucleocapsid. Kedua jenis protein ini adalah komponen dari virus corona yang bersifat sebagai antigen dan dapat memicu terbentuknya antibodi dalam tubuh manusia. “Untuk jangka panjang sendiri melalui proses rekombinan dan ini sedang dikembangkan,” ucap Bambang. Direktur Operasi Bio Farma M Rahman Roestan menambahkan bahwa perseroan yang bergerak di bidang vaksin sudah menyiapkan kapasitas produksi kedua vaksin. Menurut Arya, pilihan terhadap vaksin buatan Tiongkok itu harus cepat dilakukan mengingat peta kebutuhan pengobatan Covid-19 sudah berskala global. Hal itu pula yang mengakibatkan adanya kompetisi ketat di berbagai negara dalam pemenuhan vaksin. “Ini kan bagaimana secepatnya vaksinasi dilakukan. Sebenarnya banyak negara yang ingin rebutan kerjasama dengan Sinovac. Karena ini kan sudah tahap ketiga, hanya tinggal tambah sample saja. Kita beruntung  karena kerja sama ini,” ungkapnya. Arya menuturkan, tanpa langkah cepat maka pertaruhannya sangat mahal. Sebab kehadiran vaksin akan menentukan bagaimana situasi ekonomi dan juga politik sebuah negara. “Kalau ada vaksin kan ekonomi aman, hubungan luar negeri juga aman. Karena tak menutup kemungkinan, maaf, negara yang tak divaksin maka negara lain akan menghindarinya. Konsekuensi ekonomi politiknya terjadi,” tuturnya.

Sumber: CNN Indonesia.com dan berbagai sumber (dengan judul: Dua Strategi Vaksin Corona Atasi Covid-19 di RI)

Berita ini sudah dilihat 137 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 143
  • Page views today : 165
  • Total visitors : 532,150
  • Total page view: 1,116,001