Connect with us
Update Now

Kesehatan

Riwayat Penyakit Pasien Korona Penyebab Kematian, Obat Tak 100% Bisa Menyembuhkan

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 116,678 kali

Menristek Bambang Brodjonegoro (dok, tribunnews)

BêBASbaru.com, KESEHATAN – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan penanganan pandemi virus corona Covid-19 di Indonesia tidak hanya bergantung pada obat dan alat kesehatan yang mumpuni. Bambang mengatakan pendemi virus SARS-CoV-2 itu juga bergantung pada data penderita Covid-19 yang paling banyak tinggal. Hal itu ia lontarkan merujuk pada kasus pandemi Kolera di Inggris tahun 1854 yang menewaskan lebih dari 600 orang. Kala itu, ada seorang dokter asal Inggris yakni John Snow berusaha untuk menemukan asal-muasal penyebab penyakit Kolera. “Khusus data, kami hanya ingin memberikan penekanan bahwa dalam penanganan penyakit itu sendiri tidak cukup hanya dengan obat dan alat kesehatan atau pendekatan yang sifatnya medis tetapi juga kita perlu memahami data,” kata Bambang saat acara Penanggulangan Covid-19 Berbasis Pengetahuan dan Inovasi secara virtual, Senin (22/6). “Karena sejarah sudah menunjukkan bahwa data ini bisa menyelesaikan endemi atau pandemi contohnya kasus Kolera. Kasus ini kalau saya ceritakan secara singkat menarik karena penyebaran penyakitnya di Inggris pada waktu itu ada faktor lain,” sambungnya. Pada waktu itu Snow menggunakan pendekatan data berbasis peta. Ia melihat di mana konsentrasi dari penderita Kolera tersebut. Setelah ia berhasil mendeteksi daerah-daerah yang terkena Kolera, lalu ia dapat menarik kesimpulan dengan menandai daerah tersebut dengan warna hitam kalau penyebab Kolera ialah dari air yang digunakan para penderita tinggal. “Dan ternyata dia menemukan penyebab Kolera itu dari sumber air bersih. Jadi air yang mengalir di rumah-rumah sekitar itu. Artinya, ini penyakit Kolera yang seperti kita ketahui sekarang, yaitu karena sumber air yang tidak bersih,” jelas Bambang. “Jadi, ini bukan karena lebih dari analisa seseorang ahli kesehatan melihat perkembangan virus, tetapi melihat dari data,” pungkasnya. Menyoal obat untuk mengobati pasien Covid-19, sebelumnya WHO memuji terobosan ilmiah peneliti Inggris atas penggunaan Dexamethasone, obat steroid untuk menyelamatkan nyawa pasien virus corona. Pengobatan ini diharapkan dapat membantu menekan angka kematian akibat Covid-19 secara global. Dexamethasone merupakan obat perawatan steroid dosis rendah. Dexamethasone selama ini digunakan untuk mengobati kondisi seperti arthritis, gangguan kekebalan tubuh, reaksi alergi, dan masalah pernapasan.

Sumber: cnn Indonesia.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 68 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 62
  • Page views today : 64
  • Total visitors : 530,841
  • Total page view: 1,114,522