Connect with us
Update Now

Hulu Sungai Tengah

RI 75 Tahun Merdeka Tapi Warga Meratus Tak Punya Jalan Memadai dan Masih Banyak yang Buta Huruf

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 405,035 kali

Warga di pegunungan meratus banyak yang masih buta huruf akibat terisolir (dok, prokal.co)

BêBASbaru.com, HULU SUNGAI TENGAH – Pemilih di pengunungan meratus dipastikan masih banyak yang tak tahu huruf warna dan angka alias buta aksara. Meski buta aksara, seluruhnya memiliki kesamaan hak dalam pemilihan kepala daerah pada sembilan Desember nanti.

Muhin warga Desa Aing Bantai Kecamatan Batang Alai Timur mengaku, ketika pemilihan selalu dibantu oleh petugas KPPS. “Banyak yang buta huruf. Yang penting kami tahu siapa yang hendak dipilih. Nanti dibantu petugas,” bebernya.

Sukri warga Aing Bantai membeberkan buta aksara di sana bukan tanpa alasan. Sekolah tertinggi di sana hanya sekolah dasar. Jika hendak melanjutkan maka harus ke Hinas Kiri. Jaraknya pun jauh. Perlu waktu puluhan jam hingga bermalam untuk sampai ke Hinas Kiri dari Aing Bantai.

Sukri membeberkan, warga yang tua tak sekolah tak juga mengenal huruf dan angka. Yang bisa membaca yakni generasi muda di sana. Terlebih tahun ini ada 12 anak asal Aing Bantai yang melanjutkan sekolah ke tingkat menengah pertama.

“Kami ingin kesetaraan pendidikan akses jalan dan lainnya,” harapnya. Dia berharap ada pemilihan nanti akses jalan bisa dibangun di desanya. Ia merincikan, untuk mengangkut hasil pertanian dengan upah mengangkut jauh lebih besar biaya upah. Misal mengangkut singkong. Satu kilogram singkong upahnya mencapai Rp 10 ribu. Sedangkan harga singkong di tingkat pengepul hanya seribu rupiah saja.

“Kami berharap pemimpin nantinya memperhatikan. Soal pemilihan nanti kami akan dibantu,” katanya. Komisioner Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat KPU HST, Mardani mengatakan KPU berharap seluruh masyarakat khususnya di pegunungan meratus hadir ke TPS.

Terkait msyarakat yangg kemampuan membaca menulisnya tidak maksimal akan terbantu dengan surat suara yang memuat gambar pasangan calon. Mekanismenya masih dengan mencoblos di nama, gambar, atau nomor paslon yang dipilih.

Komisioner KPU HST Divisi Teknis dan Penyelenggaraan, Amrullah mengatakan buta aksara dapat dibantu anggota KPPS. Sebenarnya, bebernya yang  boleh didampingi adalah pemilih disabilitas dan lanjut usia. Tidak tercantum buta huruf.

“Tapi mungkin itu bisa dikategorekan yang boleh didampingi. Pendamping wajib merahasiakan pilihan pemilih. Ada formulir C pendamping KWK yg hrus ditandatangani oleh pendamping,” bebernya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Masih Banyak yang Buta Aksara, Saat Mencoblos Pemilih di Pegunungan Meratus Dibantu Petugas)

Berita ini sudah dilihat 116 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 31
  • Page views today : 35
  • Total visitors : 553,362
  • Total page view: 1,139,766