Connect with us
Update Now

Sahibar Banua

Rekomendasi NasDem Turun, Langkah Nadjmi-Jaya Semakin Kuat, Dikatakan Parpol Lain Segera Menyusul Dalam Dua Minggu

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 406,571 kali

Sahibar Banua – Langkah incumbent Nadjmi Adhani-Darmawan Jaya Setiawan semakin mantab. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem menyerahkan surat rekomendasi kepada mereka untuk bertarung dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020. Penyerahan surat rekomendasi dengan nomor 003-SI / DPP – NasDem / I / 2020 yang ditanda tangani oleh Ahmad H.M Ali, selaku Ketua Tim Pilkada Pusat serta Willy Aditya, selaku Sekretaris Tim Pilkada Pusat diserahkan Ketua DPP Partai NasDem sekaligus Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Kalimantan Syarif Abdullah berlangsung di kantor DPP NasDem di Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21-/1/2020) sore. Menurut Syarif Abdullah, Ketua DPP Partai NasDem sekaligus sebagai Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Kalimantan, diberinya surat rekomendasi Partai NasDem kepada incumbent di Kota Banjarbaru ini karena melihat pasangan Nadjmi- Jaya sudah teruji menjelang lima tahun menjabat. “Biasanya incumbent itu jarang bersatu kembali, namun kembali bersatu berarti suatu indikasi pemerintahan nya cukup baik, ini salah satu poin utama rekomendasi keluar,” ujar Syarif Abdullah. Untuk itulah, jelas Syarif Abdullah Partai Nasdem tidak melihat yang lain maka memberikan rekomendasi. “Dengan keluarnya rekomendasi ini, saya juga meminta seluruh kader Partai NasDem di Kota Banjarbaru untuk mendukung dan mengamankan putusan serta kebijakan partai ini,” jelas Syarif. Sementara itu, dengan turunnya surat rekomendasi dari Partai NasDem, menurut calon Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengaku sangat bersyukur karena upaya diawali dengan mengikuti penjaringan kemudian berbuah keluar rekomendasi. “Insha Allah keluarnya rekomendasi Partai NasDem membuat kami menguatkan dan semakin menambah spirit kami untuk bekerja dan memenangkan Pilkada Banjarbaru,” ujar Nadjmi. Kemudian, tambah Nadjmi untuk partai-partai lain yang kami lakukan pendaftaran penjaringan sudah di jajaran Dewan Pengurus Pusat. “Untuk partai lain juga sudah terus dilakukan komunikasi, insha Allah dalam dua minggu kedepan akan beres juga” tambah Nadjmi. Untuk diketahui, selain Partai NasDem, pasangan Nadjmi-Jaya sebenarnya juga telah melakukan pendaftaran dan pengembalian berkas sebagai bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru ke beberapa partai politik, seperti Partai Gerindra, PKS, hingga Partai Golkar untuk memuluskan niatan dua pimpinan daerah ini untuk melanjutkan pembangunan di Kota Banjarbaru untuk menjadi lebih baik. Kekuatan Elektoral Incumbent. Performa kepemimpinan Nadjmi-Jaya memang menjadi magnet bagi sejumlah parpol untuk kembali menggandengnya di Pilkada 2020. Berdasar hasil survei Indikator Politik Indonesia besutan Burhanudin Muhtadi tahun 2019 lalu, yang mengupas sejumlah aspek elektoral di Pilkada Banjarbaru (meliputi popularitas, aspek kinerja, efek elektoral, dan lainnya), secara umum masih memposisikan incumbent masih di atas penantang. Dari hasil survei, petahana Nadjmi Adhani merupakan tokoh dengan popularitas paling tinggi, hampir semua pemilih tahu Nadjmi Adhani, 94%. Kemudian Aditya Mufti Ariffin, namanya sudah dikenal oleh sekitar 82% pemilih Kota Banjarbaru. Dan Darmawan Jaya Setiawan, Wakil Walikota petahana ini juga sudah cukup populer di kalangan pemilih, 68%. Sementara nama lain popularitasnya masih jauh lebih rendah, secara umum baru sekitar 20% atau lebih rendah. Selain paling populer, Nadjmi Adhani juga memiliki tingkat kedisukaan paling tinggi di antara pemilih yang mengenal masing-masing nama. Sekitar 83% pemilih yang mengenal sekaligus suka kepada Nadjmi Adhani. Darmawan Jaya Setiawan disuka oleh 75% yang mengenalnya, dan Aditya Mufti Ariffin disuka oleh sekitar 69% pemilih yang mengenalnya. Di sisi lain, publik puas atas hasil kerja Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya Setiawan dalam mewujudkan pemerintahan yang mendengar aspirasi masyarakat (80%), dalam mengurangi kemiskinan (70%), dan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (69%). Lebih spesifik, cukup banyak publik yang aware dengan sejumlah program kerja pemerintah Kota Banjarbaru, dan di antara publik yang aware, mayoritas menilai program berjalan dengan baik. Lima misi pembangunan yang diusung pasangan petahana ketika maju dalam pencalonan tahun 2015 yang lalu (SDM, infrastruktur, perekonomian daerah, reformasi birokrasi, dan kenyamanan hidup bermasyarakat), diketahui oleh sekitar 34% pemilih. Di antara yang tahu menilai lima misi tersebut sudah dijalankan dengan baik hingga sejauh ini, 90%. Yang lebih mencorong, tingkat penerimaan terhadap Nadjmi Adhani untuk kembali terpilih sebagai Walikota periode mendatang sekitar 60%. Sedangkan yang tidak menginginkan hanya sekitar 10%. Menilik data ‘potensi’ Incumbent tersebut, maka bukan hal sulit bagi Nadjmi-Jaya untuk memikat partai. Selain Nasdem, dikabarkan juga sejumlah parpol lain seperti PKS dan PKB juga semakin intensif menjalin komunikasi dengan petahana. “Kita memiliki semangat sama untuk menjadikan Banjarbaru ini rumah bagi semua,” ungkap Nadjmi beberapa waktu lalu. Walhasil, dengan diterimanya rekomendasi Nasdem tersebut juga akan menjadi pancingan bagi parpol lain seperti Gerindra untuk mengambil sikap. Meskipun sebelumnya telah menyatakan 80 persen berada dalam barisan petahana.

Skor 1-1

Dengan diterimanya rekomendasi Nasdem oleh Nadjmi-Jaya, makas skor saat ini antara incumbent dengan kubu penantang Aditya-Iwansyah masih imbang 1-1. Dimana sebelumnya, penantang juga mendapatkan surat sakti dari PPP yang merupakan partai penyokong utama pasangan tersebut selain Golkar. Sebagai ketua DPW PPP Kalsel, Aditya Mufti Arifin mendapatkan rekomendasi dari DPP. Meskipun rekomendasi tersebut harus menyingkirkan koleganya Darmawan Jaya Setiawan, yang memilih komitmen dengan Nadjmi- untuk dilengserkan dari kursi DPC PPP Banjarbaru. SK DPP PPPP No: 475/SK/DPP/C/X/2019 pertanggal 15 Oktober 2019 tersebut menetapkan Aditya sebagai calon walikota Banjarbaru dan Iwansyah sebagai calon wakil walikota Banjarbaru masa bhakti 2020-2025. Pada SK yang ditandatangani Plt Ketua Umum PPP H Suharso Manoarfa dan Sekretaris Jenderal H Arsul Sani, juga memerintahkan kepada Ketua dan Sekretaris DPC Banjarbaru untuk menindaklanjuti keputusan tersebut dengan menetapkan, dan mengajukan pasangan Aditya-Iwansyah sesuai peraturan perundangan yang berlaku. SK yang merupakan angin segar bagi pasangan penantang ini dibawa oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Tanah Laut dan Banjarbaru DPW PPP Kalsel, Ikhsanudin. Usai dibacakan, SK tersebut diserahkan Ikhsanudin kepada DPC Banjarbaru, dalam hal ini diterima oleh Wakil Ketua DPC PPP M Subakhi.
Sumber: Kanalkalimantan.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 92 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 84
  • Page views today : 89
  • Total visitors : 553,415
  • Total page view: 1,139,820