Connect with us
Update Now

Advetorial

Refleksi 12 Tahun BeBASbaru (1 Desember 2006 – 1 Desember 2018) Perjuangan Tak Ada Yang Mudah, Cetak Rekor 10.000 Eksemplar & Terbit Mingguan…!!!

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 251,605 kali

Advetorial

Tahun 2006, sambil mencoba komputer model lama yang di kasih mantan Kadis PU Tabalong, Ir H Arifin Noor MT, H Masruddin (MRD), mencoba membuat sketsa sebuah nama tabloid yang akan diterbitkan. Bukan perkara mudah membuat sebuah nama tabloid yang mudah diingat pembaca, dengan plus tentunya modelnya harus beda dari kebanyakan tabloid yang sudah terbit sekarang ini di Tabalong. Ber jam-jam belum juga ketemu nama yang pas, lalu MRD teringat bagaimana pahit manisnya kala menjadi wartawan Banjarmasin Post Group, anak usaha BeBAS…ya BeBAS, kenapa baru ingat sebuah tabloid milik Bpost Group yang sengaja di almarhumkan. Tapi tak mungkin namanya persis sama, karena Tabloid BeBAS sudah terdaftar sebagai sebuah hak cipta. Harus ada tambahan nama, biar tidak sama persis. Konsultasi pun ke siapa tak mungkin, karena ini merupakan ‘kejeniusan’ MRD saja agar tercipta sebuah nama yang sangat ikonik dan melegenda. Akhirnya setelah berhari-hari, keluarlah nama BệBASbaru, kenapa di tulisan ada ệ, itu sebagai ciri khas saja. Sedangkan tulisan ‘baru’ menandakan taloid ini terbaru dan tentu saja berbeda dengan yang pernah Bpost miliki. Sudah dapat nama dengan ciri khas, kini PR kedua dan yang paling sulit, mencari berita, harus darimana memulai, lagi-lagi ini makan waktu yang tak singkat. Dimulailah membuka-buka arsip lama, yang tentu masih hangat di bicarakan warga, tantangan pertama adalah, karena ini terbit perdana, maka isi berita harus agak bombastis, tidak sekedar hanya di baca lalu koran nya dijadikan pembungkus kacang. Saat itu ada 3 orang tempat MRD berkonsultasi, yakni Alm HM Taufiq Hidayat Msc, H Mulyadi (Kabag Umum Setda Tabalong) dan tentu saja Arifin Noor. Ketiganya kompak menyatakan, MRD lebih tahu materi berita apa yang layak jual. Hampir 2 bulan ke sana kemari cari berita (MRD hanya sendiri meliput, ini rekor tersendiri), barulah jadi berita, tak tanggung-tanggung langsung 16 halaman, tentu saja referensi yang utama adalah Tabloid BeBAS yang sudah almarhum tersebut. Kesulitan berikutnya, siapa yang melayout??? Lalu di mana mencetak??? Plus berapa biaya cetak…??? MRD pun mengontak sana sini, siapa yang bisa, tak mudah menemukan orang yang cocok untuk melayout. Akhirnya baru ingat, Shen Sadiqen, mantan layout BeBAS yang juga sudah resign dari Bpost. Tapi yang jadi masalah, dulu tak bisa mengirim materi via email, karena fasiltas email kala itu masih terbatas, terutama tak bisa mengirim foto dalam resolusi besar, plus MRD juga kadang harus melihat langsung proses layout, karena pasti ada yang kurang ini dan itu. Dari Tanjung – Banjarmasin, MRD harus naik taksi angkutan umum, yakni colt L 300, jejal dan panas bukan hal yang aneh, biasa saja. Karena tertutupi semangat yang tinggi untuk menerbitkan koran ini. Dari siang sampai malam Shen mengerjakan layout tersebut, dan MRD dengan setia menongkrongin, di saat yang sama, Shen juga mengerjakan layout-layout lainnya, sehingga kadang layout tersebut molor, besoknya baru kelar. Nginap, ya terpaksa lah menginap lagi satu malam di Banjarmasin, untuk penghematan, MRD terpaksa nginap di Mess Tabalong yang ada di Pal 5 (kini sudah rusak parah dan aset pemda itu tanpa ada penanganan dari Pemkab Tabalong hingga kini). Kadang kalau hujan, air bisa masuk ke dalam kamar, yang namanya nyamuk sudah tak aneh lagi. Saat itu mess tersebut di jaga H Andut, seorang PNS yang sengaja ditempatkan di sana, sekalian mempunyai armada taksi Tanjung-Banjarmasin PP saban hari. Selesai layout, MRD langsung ke Liang Anggang, ke percetakan langsung milik Bpost Group, lagi-lagi naik taksi. Kebetulan kawan-kawan di percetakan adalah teman lama semua, jadi begitu MRD sampai di sana, semua kaget dan langsung akrab serta mendukung cetakan perdana Tabloid BệBASbaru. Edisi perdana, tabloid ini langsung terbit 1.000 eksemplar, karena sebagai percetakan besar di Kalsel, mereka tak mau kurang dari ini jumlah eksemplarnya. Momen HUT Tabalong ke 41 adalah waktu yang pas menyatakan telah terbit perdana Tabloid BệBASbaru, dengan cover perdana Bupati Tabalong Drs H Rahman Ramsy Msi dan istri beliau, Hj Sumiati Ramsy (karena untuk menghormati HUT Tabalong). Pas terbit, gegerlah seisi Pemkab, karena isi berita yang keluar sangat berbeda dari tabloid kebanyakan di Tanjung. Selain tampilan yang ‘waahh’, karena cetakan Bpost group, banyak yang kaget dan bilang Tabloid BeBAS kembali eksis. Harus kami akui, terbit perdana tersebut hampir 70% mirip dengan tabloid yang sempat merajai Kalsel sejak 1999-2005.

Sempat Cetak Rekor, 10.000 Eksmplar & Jadi Koran Mingguan
Bupati Tabalong Rahman Ramsy (RR) pun mengaku sempat kaget dan takjub dengan tampilan BeBASbaru, dia mengundang khusus MRD untuk membicarakan kemunculan perdana tabloid ini. “Saya yakin tabloid kamu ini akan bertahan lama, karena tampilannya yang sangat berbeda dari tabloid kebanyakan,” ungkap RR kala itu. RR bahkan langsung meminta agar Pemkab Tabalong, melalui Humas agar memasukan kerjasama. “Bahaya ni media kalau tidak dikendalikan,” seloroh RR kala itu. Bukan hanya banyak memberi nasehat dan wejangan-wejangan khusus, RR juga malah berinsiatif mengontak 2 bupati lain agar mau kerjasama dengan Tabloid BeBASbaru. Yakni Bupati HSU (Alm H Fakhruddin) dan juga Bupati Tapin (Idis Nurdin Halidi), plus perusahaan besar di Tabalong, yakni PT Adaro Indonesia. Kebetulan, dua Kabupaten tersebut juga sama dengan Tabalong bersiap akan menghadapi Pilkada langsung pertama kalinya, tentu butuh media sebagai publikasi. Kabupaten Balangan pun juga menyambut baik kerjasama tersebut, melalui Bupati Balangan, Ir H Sefek Effendie ME dan Kabag Humas Balangan, Uray. Terbit bulan berikutnya semakin baik dan lancar, Balangan, HSU dan Tapin juga mengontrak temporer menjelang Pilkada, di saat yang bersamaan, MRD bersua dengan mantan Bupati Kutai Timur, H Mahyudin ST MM (kini Waket MPR RI), Mahyudin menyetujui untuk mengontrak BeBASbaru khusus Liputan Pilkada terhadap kandidat yang diusung Partai Golkar waktu itu, yakni mantan Walikota Tarakan Jusuf SK (1999-2009). Sejak di kontrak Mahyudin dengan angka 10.000 eksemplar (inilah rekor luar biasa, bahkan kala kampanye, sempat terbit mingguan, karena di kontrak langsung kandidat pilkada), Tabloid BeBASbaru makin berkibar dan benar kata RR, tabloid ini akan sukses besar dalam hitungan bulan dan tahun. “Padahal saya tidak bertarung Pilkada, namun karena ingin membantu MRD, tak masalah saya keluar biaya,” kata Mahyudin kala itu. Bahkan Pemimpin Umum Banjarmasin Post Group, H Gt Rusdi Effendie mengaku takjub dengan Tabloid BeBASbaru, lebih kaget lagi beliau kala yang menggawangi nya adalah mantan anak buahnya. “Teruskan saja, tak masalah namanya sama dengan tabloid milik Bpost, yang penting cetaknya tetap di Bpost,” kata Rusdi, kala bersua MRD di Rantau, Tapin, pas kampanye Pilkada Tahun 2007 silam. Karena makin berkibar, Tabloid BeBASbaru pun mulai menambah awak media, yang diperbantukan di redaksi. Beberapa nama sempat menjadi wartawan tabloid ini, sayangnya ada yang betah ada yang tidak, karena menjadi wartawan tabloid itu sebetulnya susah-susah gampang, beda dengan wartawan harian, investigasi adalah sebuah keharusan untuk meliput sebuah berita, karena kalau menuruti gaya berita harian, jelas tak ada yang membaca, kalah duluan dibandingkan koran yang sudah punya nama besar, seperti SKH Bpost dan Radar. Tentu saja dengan makin dikenalnya tabloid ini, dari sisi apapun menimbulkan efek domino. Dari sisi ekonomi, tentu saja meningkat dengan signifikan, seorang MRD yang dulunya sempat luntang lantung, bahkan menyadap karet untuk membiayai anak istri, kini perlahan berubah. “Orang tua, kakek-nenek dan keluarga semua mendukung usaha koran ini, dari sisi modal, selain di bantu sedikit-dikit dari kolega. Saya juga ada tambahan dana dari menjual rumah di Balikpapan. Sisa membangun rumah di Tanta, Tabalong, saya gunakan untuk modal usaha, tak mudah menjadikan koran ini, penuh dengan perjuangan berat dan juga menahan ego hati. Yang namanya di lecehkan, tak di hiraukan plus di tolak, sudah menjadi makanan saya saat itu,” ungkap MRD. Bahkan MRD menuturkan, saat akan menagih koran di beberapa humas, yang namanya ‘sengaja’ dimainkan, yakni di suruh menunggu sangat lama, bahkan harus mendatangi ke rumah pejabat terkait selalu saja ada. “Di Tabalong sendiri pun begitu, saya masih ingat oknum di Keuangan Pemda yang ‘batingkah’ sengaja lambat-lambatkan proses pencairan uang koran, mungkin karena nilainya sedikit dan bisa jadi bukan kelas kakap, makanya punya saya digitukan. Tapi saya tak mau dendam, pas saya naik pangkat, yang bersangkutan selalu salting liat saya. Kalau saya dendam, sudah saya minta Bupati RR pindah itu orang dari Dinas Keuangan, tapi saya tak mau begitu, biar saja. Ini pelajaran, jangan suka meremehkan orang lain, roda selalu berputar, saat ini kita di bawah, besok-besok kita bisa di atas, makanya saya tak mau remehkan siapapun,” ungkap MRD, sambil tertawa. Kini MRD sudah tak lagi langsung menangani koran ini, tapi diserahkan ke orang lain. “Saya hanya mengamati sekaligus meluruskan kalau ada yang kurang pas beritanya. Intinya, jangan bikin berita bohong, jangan bikin berita hoax plus selalu konfirmasi serta beritanya up to date. Saya juga berbangga hati, kini BeBASbaru sudah makin berkembang dan mengglobal, dengan memiliki www.bebasbaru.com, ini pencapaian luar biasa,” kata MRD kembali. ệ
Sumber:
Disarikan dari wawancara langsung dengan H. Masruddin, S.Sos, M.MA –MRD– pendiri Tabloid BeBASbaru (1 Desember 2006), kini Wakil Ketua DPRD Kab. Tabalong, Kalsel.

Berita ini sudah dilihat 42 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 263
  • Page views today : 287
  • Total visitors : 547,351
  • Total page view: 1,132,735