Connect with us
Update Now

Headline

Pusingnya Aa Gym dan Maia Estianty Gara-gara Hasil Tes Beda-beda

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 410,411 kali

Maia bingung dengan hasil rafid test yang berubah-ubah (dok, matamata.com)

BệBASbaru.com, INVESTIGASI – Hasil tes COVID-19 yang berubah-ubah hanya dalam hitungan hari rupanya sering terjadi. Musisi Maia Estianty dan dai Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym baru-baru ini mengalaminya.

Maia mendapat hasil positif dalam tes PCR (polymerase chain reaction) setelah 3 hari sebelumnya negatif dalam rapid test antigen. Hanya sehari isolasi, hasil tes PCR kembali positif dan kosisten dalam 3 hari berikutnya.

Sedangkan Aa Gym mengaku mendapat hasl negatif dalam 3 tes pertama, namun tiba-tiba positif pada tes keempat. Aa Gym didiagnosis COVID-19 dengan gejala batuk dan kehilangan indra penciuman. “Ini luar biasa, tiga kali (tes swab) loh. Di Turki negatif, pulang ke Indonesia ke lab itu negatif. Masuk ke rumah sakit juga negatif,” kata Aa Gym dalam sebuah tayangan video.

BREAKING NEWS Ustaz Aa Gym Positif Corona, Beberkan Kondisi Kesehatannya  Sekarang - Tribunnews.com Mobile

Aa Gym juga bingung dengan hasil tes yang berbeda-beda (dok, tribunnews.com)

 

Soal hasil tes yang berbeda-beda hanya dalam hitungan hari, Maia membuat analisis sendiri. Ia menduga, ada salah satu temannya yang sebenarnya sudah terinfeksi namun saat tes jumlah virusnya masih terlalu sedikit sehingga tidak terdeteksi.

Karena masing-masing mendapat hasil negatif, Maia dan teman-temannya mengaku lengah dan tidak saling menjaga jarak saat kumpul-kumpul. Di situlah, Maia meyakini dirinya kemungkinan tertular. “Swab antigen itu, kalau kita bertemu dengan orang yang terpapar, baru terdeteksi oleh antigen itu setelah 5 hari kita ketemu sama orang yang terpapar tersebut,” kata Maia menjelaskan pemahamannya tentang rapid test antigen.

Kemungkinan false negative

Penjelasan Maia ada benarnya, dalam tes Corona baik tes PCR maupun rapid test antigen dikenal istilah false negative. Tes Corona bisa saja memberikan hasil negatif jika dilakukan pada jeda yang terlalu dekat dengan saat terpapar virus.

“Bahkan gold standard-nya, tes swab hidung yang kita kenal, jika Anda terpapar hari ini, ada kemungkinan hasil tes masih negatif beberapa hari ke depan,” kata Dr William Schaffner, pakar infeksi dari Vanderbilt University Medical Center. Jadi kapan seharusnya melakukan tes swab, baik PCR maupun rapid test antigen, jika sempat bertemu seseorang yang terkonfirmasi positif COVID-19?

Jika bergejala, maka sebaiknya secepatnya melakukan tes untuk memastikan status. Namun jika tidak bergejala, disarankan mengisolasi diri terlebih dahulu sekurang-kurangnya 5 hari. Terburu-buru melakukan tes memperbesar kemungkinan mendapat hasil false negative. Tapi ingat, yang penting tetap isolasi dan membatasi diri. Pakai masker, cuci tangan, dan selalu menjaga jarak dengan orang lain.

Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 151 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 88
  • Page views today : 103
  • Total visitors : 553,530
  • Total page view: 1,139,963