Connect with us
Update Now

Olah Raga

PSSI Butuh Pemimpin Nyali Besar & Berani Dobrak Tradisi Busuk Yakni Pengaturan Skor

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 231,203 kali

Olahraga – PSSI sejak era Nurdin Halid memang selalu bermasalah, yang utama yakni soal berbagai skandal yang menimpa klub-klub yang ikut kompetisi ini. Selain tentunya persoalan pribadi yang mendera para Ketum nya. Isu pengaturan skor di Liga dan juga pemilihan Ketum PSSI yang diwarnai money politik sudah menjadi rahasia umum sejak dulu. Akibatnya, Timnas kita tak pernah mampu menembus level Asia Tenggara sekalipun, apalagi berlaga di Piala Dunia, itu hanya mimpi yang entah kapan bisa terwujud, kecuali jadi Tuan Rumah mungkin. Yang terbaru adalah mundurnya Ketum PSSI Edy Rahmayadi, yang terpilih secara aklamasi pada 2016 silam. Skandal pengaturan yang menghantam PSSI jadi penyebab Edy yang juga Gubernur Sumut ini harus mundur. Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, ikut memberikan komentar mengenai perubahan pimpinan tertinggi PSSI setelah Kongres tahunan PSSI di Bali, Minggu (20/1) lalu. Joko Driyono kini naik jabatan menjadi Plt. Ketua Umum PSSI menggantikan Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri. Rudyatmo, yang pernah menjadi anggota Komite Normalisasi PSSI pada 2011, ikut sepakat dengan naiknya jabatan Joko Driyono. Ia menilai alangkah baiknya Jokdri (sapaan akrab Joko Driyono) untuk tetap memimpin hingga masa periode habis atau pada 2020. Posisi pria asal Ngawi itu memang bisa saja tergeser apabila 3/4 voters sepakat menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua umum yang baru, sebelum berakhirnya masa periode di tahun 2020. “Sah-sah saja ada KLB. Namun, kalau sudah ada itikad baik dari Pak Edy dan Ketum sudah diserahkan ke Pak Joko, menurut saya ya diselesaikan saja dulu sampai 2020,” ujar Rudyatmo, Selasa (22/1) lalu. Pria yang akrab disapa Rudy ini mempunyai persyaratan wajib bagi Ketua Umum PSSI. Tak terkecuali Jokdri, yang harus berani bergerak untuk mengubah kondisi PSSI lebih baik. Diakuinya, sistem di PSSI memang wajib dibenahi, pun halnya pengurus yang pantang untuk mengggantungkan hidup di PSSI. “Ketua PSSI itu harus punya nyali, termasuk bersih-bersih orang yang merusak organisasi. Kalau tidak punya nyali, ya jangan jadi ketua. Selain itu wajib membawa Timnas Indonesia berprestasi,” imbuhnya. “Agenda Timnas sudah menanti di depan, seperti AFF U-22 dan SEA Games, serta harus ada target juara. Kalau tidak ya jangan jadi ketua umum PSSI, ganti saja dengan lainnya,” tegas Hadi Rudyatmo. ệ

Berita ini sudah dilihat 67 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 444
  • Page views today : 506
  • Total visitors : 545,643
  • Total page view: 1,130,821