Connect with us
Update Now

Uncategorized

Prabowo Kembali Dikhianati PDIP Plus Parpol Koalisi

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 241,318 kali

Politik – Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dikabarkan kecewa ketika partainya gagal mendapat kursi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024. Kekecewaan ini menambah daftar bagaimana Prabowo selalu kecele dengan langkah zig zag PDIP yang tak pernah konsisten dengan janji politik. Dulu sesaat setelah kalah melawan SBY-Boediono di Pilpres Tahun 2009, Mega berjanji akan mendukung Prabowo di Pemilu 2014, tapi faktanya PDIP malah mengusung Jokowi-JK. Kali ini, seusai Pemilu yang dianggap kontroversial Prabowo kabarnya akan dijanjikan kader Gerindra akan dapat jatah Ketua MPR RI, tapi lagi-lagi itu tak terjadi. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yang sempat menjadi calon ketua MPR mengakui kekecewaan itu. Kekecewaan muncul lantaran ada rencana rekonsiliasi setelah Pilpres 2019 antara mantan pengusung Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 lalu. Akan tetapi, saat proses pemilihan ketua MPR, Gerindra malah tidak diberikan dukungan oleh parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf. “(Prabowo) Agak kecewa karena katanya kita mau reunifikasi, katanya kita mau rekonsiliasi. Kita minta hanya sekadar ketua MPR enggak ada yang setuju. Kira-kira begitu,” kata Muzani di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/10). Proses pemilihan ketua MPR 2019-2024 sempat mengerucut pada persaingan antara Ahmad Muzani dari Gerindra dengan Bambang Soesatyo dari Golkar. Namun, Muzani tidak mendapat mayoritas dukungan fraksi di MPR. Termasuk PDI Perjuangan. Walhasil kursi ketua MPR akhirnya didapat Bamsoet dari Golkar. Muzani tak tahu pasti apakah Prabowo dan Megawati Soekarnoputri ada kesepakatan tertentu dibalik pemilihan ketua MPR. Memang ada pembicaraan yang dilakukan Mega dan Prabowo sesaat sebelum Muzani mundur dari perebutan kursi Ketau MPR. Akan tetapi, Muzani tidak bisa memastikan apa saja yang dibicarakan mereka. “Saya tidak tahu, tapi saya ambil kesimpulan bisa terkait bisa tidak terkait tapi yang pasti beliau ambil keputusan dan saya nurut saja. Saya ikut,” kata Muzani. Setelah itu, lanjut Muzani, Prabowo langsung melihat kondisi terkini, yakni ketika mayoritas fraksi tidak mendukung Gerindra. Bahkan PAN, PKS dan Demokrat yang merupakan mantan rekan koalisi di Pilpres 2019 juga tidak mendukung Muzani. “Akhirnya beliau ambil kesimpulan, sudah kita jangan meneruskan (mencalonkan diri sebagai Ketua MPR),” kata dia.
Sumber:CNNIndonesia.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 52 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 7
  • Page views today : 11
  • Total visitors : 546,720
  • Total page view: 1,132,023