Connect with us
Update Now

Headline

Polisi Tembak Mati 6 Anggota FPI Bag 2: DPR Bilang Harusnya Jangan Langsung Main Hakim Sendiri

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 465,918 kali

Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya perlihatkan senjata tajam yang mereka tuding milik 6 anggota FPI (dok, detiknews.com)

BêBASbaru.com, INVESTIGASI – Sejumlah anggota Komisi III DPR mengutarakan respons terkait bentrok antara polisi dan laskar Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12) dini hari. Tanggapan ini mulai dari usulan investigasi hingga pemanggilan Kapolri Jenderal Idham Azis.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), I Wayan Sudirta mengungkapkan investigasi mendalam penting dilakukan untuk mengetahui apakah langkah yang ditempuh polisi sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) atau sebaliknya.

“Terhadap hal ini kita tetap harus melakukan investigasi secara mendalam. Apakah sudah benar dalam melaksanakan SOP yang dilakukan petugas kepolisian,” kata Wayan kepada CNNIndonesia.com, Senin (7/12).

Dia berkata, enam orang laskar pendukung Rizieq yang meninggal dalam insiden tersebut harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Wayan pun menyampaikan, unsur serangan atau ancaman yang diduga dilakukan korban juga harus dapat dibuktikan.

Namun menurut dia, langkah polisi menembak enam pendukung Rizieq bisa dikategorikan bukan sebagai perbuatan melawan hukum jika hasil investigasi menunjukkan tindakan tersebut merupakan pembelaan terpaksa karena ada serangan atau ancaman serangan–sebagaimana tertuang dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Pasal 49 KUHP perbuatan tersebut bukan perbuatan melawan hukum tetapi merupakan perbuatan pembelaan darurat atau noodweer maka perbuatan petugas tersebut tidak dapat dihukum,” tutur dia lagi. Lebih lanjut, Wayan meminta semua pihak tidak terburu-buru merespons insiden bentrokan polisi dengan pendukung Rizieq, demi menghindari kekeliruan dalam mengambil kesimpulan.

Menurutnya, insiden bentrokan polisi dengan pendukung Rizieq harus disikapi secara bijak. Meski begitu, dia menambahkan, masyarakat harus mengambil pelajaran dari insiden ini. “Hilangkan sikap-sikap arogan, main hakim sendiri, dan sikap saling menghujat. Negara kita merupakan negara hukum yang demokratis. Semua hal sudah diberikan salurannya oleh konstitusi,” kata Wayan.

Sumber: CNNIndonesia dan  berbagai sumber (dengan judul: DPR soal Bentrok: Desak Investigasi sampai Panggil Kapolri)

Berita ini sudah dilihat 208 kali