Connect with us
Update Now

Investigasi

Polisi Jengkel Terkait Kericuhan Tambang Ilegal, Semua Berawal dari Kelakuan Anggota Satpol PP yang Main Bakar Barang Saat Razia

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 123,811 kali

Investigasi – Kadang kelakuan oknum Satpol PP justru bisa diluar kendali, penertiban tambang timah ilegal di Bangka Belitung contohnya, yang akhirnya berujung rusuh. Polisi kemudian menunjuk batang hidung Satpol PP. Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah dan Satpol PP provinsi melakukan penertiban tambang timah ilegal di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Sabtu (2/11). Penertiban tambang timah itu diwarnai bentrokan antara penambang dan petugas. Bahkan sempat dilaporkan ada penyanderaan kepada Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah namun kabar itu tidak tepat. Usut punya usut versi polisi, kericuhan ini terjadi karena Satpol PP yang bertindak arogan. Satpol PP disebut melakukan pembakaran saat razia berlangsung hingga bentrokan terjadi dan menyebabkan kendaraan operasional Wagub rusak. “Mereka (Satpol PP) tidak melakukan koordinasi, itu yang sangat kami sayangkan,” kata Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (3/11/2019). Adapun benda yang dibakar petugas Satpol PP saat razia, kata Yudhis, ialah mesin tambang. Tindakan itu menurutnya arogan. “Berawal dari penertiban yang dilakukan Satpol PP Provinsi Babel yang arogan dengan membakar mesin TI (tambang inkonvensional) milik para penambang sebanyak 20 set,” jelas Kapolres. Pembakaran itulah yang memicu amarah masyarakat untuk berbuat anarkis hingga berujung perusakan sejumlah kendaraan, termasuk yang ditumpangi Wagub Babel.

Mobil dinas Babel yang hancur di rusak penambang ilegal yang marah (dok, Tribun)

Yudhis melanjutkan, para penambang sudah satu minggu tidak bekerja saat penertiban tambang ilegal itu berlangsung. “Jadi kondisi para penambang tersebut sudah lama tidak beraktivitas,” ujarnya. Apa kata Satpol PP soal tuduhan bertindak arogan dalam penertiban tambang ilegal itu? Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bangka Belitung Yamoa’a Harefa tidak mempermasalahkan pihaknya disebut arogan saat menertibkan tambang timah ilegal dengan cara dibakar. Yamoa’a Harefa pun menanggapi hal tersebut dengan santai. “Ya sah-sah saja mereka ngomong sepeti itu,” jelas Yamoa’a Harefa kepada detikcom, Minggu (3/11). Namun Yamoa’a Harefa tidak mau berkomentar terlalu banyak terkait hal tersebut. Pihaknya saat ini sedang membuat kronologis kejadian penertiban tambang timah ilegal di aliran Sungai Sengkelik, Desa Sijuk Kecamatan Sijuk, Kabupatan Belitung. “Saat ini kita sedang membuat kronologis kejadian keseluruhan, sedang kita susun semuanya,” tambahnya. Polisi memeriksa 10 orang terkait kerusuhan ini, 5 di antaranya anggota Satpol PP. Meski sempat rusuh, kondisi kini telah kondusif. “Semalam sudah dilakukan mediasi, kedua belah pihak antara Satpol PP provinsi dan masyarakat menempuh jalan damai,” ucap AKBP Yudhis.
Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 31 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

41 + = 51

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 236
  • Page views today : 279
  • Total visitors : 531,823
  • Total page view: 1,115,634