Connect with us
Update Now

Tabalong

Polisi Imbau Perketat Pengawasan Anak, Terkait Pembunuhan Remaja Hamil Di Kelua

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 220,298 kali

Polisi Imbau Perketat Pengawan Anak

Tanjung – Era digital, di mana remaja saat ini dengan bebasnya bisa mengakses berbagai konten secara bebas, kini mulai memakan korban, yakni maraknya pergaulan bebas. Kapolres Tabalong melalui Kasat reskrim IPTU Matnur mengimbau kepada mayarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak, terkait pergaulannya sehari-hari. Hal ini menyusul telah terjadinya pembunuhan yang dilakukan seorang anak berusia 16 tahun di wilayah kecamatan Kelua beberapa waktu yang lalu. “ Saya sangat prihatin terhadap permasalahan ini, jadi saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan, khususnya orang tua , saudara dan temannya agar memantau gerak-gerik anak saudara dan keluarga kita, jangan kita cuek, jangan sampai nanti hal ini bisa terulang lagi, saling bangun situasi harmonis dengan keluarga anak dan temannya.” Kata IPTU Matnur ketika diwawancarai di ruang kerjanya Rabu, ( 6/1 ). Sebelumnya, pada hari rabu 30 januari 2019, telah ditemukan mayat perempuan yang mengambang di Sungai Tabalong di Desa Telaga Itar Kecamatan Kelua, mirisnya mayat tersebut dalam keadaan hamil dan ketika di temukan dalam keadaan melahirkan. Setelah diselidiki, mayat tersebut ternyata RD ( 18 ) korban pembunuhan oleh seorang laki-laki MR ( 16 ). Menurut keterangan Kasat Reskrim, sesuai hasil aotupsi yang dilakukan pada hari selasa 5 februari 2019, korban dibunuh dengan cara dicekik, setelah sebelumnya leher korban sempat diikat dengan tali, kemudian pada pada senin dinihari 28 januari 2019 korban diseret dan dilempar ke sungai dibelakang rumah, hingga ditemukan warga pada rabu 30 Januari 2019. “ motif pembunuhan korban mendatangi pelaku untuk meminta pertanggung jawaban atas kehamilan dirinya, pelaku diancam Pasal 338 subsider 340 KUHP dengan ancaman Maksimal Seumur hidup, namun karena pelakunya masih anak-anak, akan diberlakukan juga Undang-undang perlindungan anak, dengan masa penahanan selama 15 hari sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan.” Tambah Matnur.
Sumber: RadioSuaraaFM.com dan Tim BB

Berita ini sudah dilihat 53 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 190
  • Page views today : 201
  • Total visitors : 544,427
  • Total page view: 1,129,450