Connect with us
Update Now

Uncategorized

Pilu, Keluarga Cari Korban Gempa Pakai Alat Seadanya, Pake Penciuman Kalau Ada Jasad yang Tertimbun Bangunan

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 233,938 kali

Investiga – Pasca gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, menyisakan cerita pilu bagi warga. Banyak warga yang terus berjuang mencari anggota keluarganya yang belum ditemukan. Salah seorang warga Palu, Afdal, mengatakan saat ini warga hanya mengandalkan alat seadanya untuk mencari anggota keluarganya. Bahkan, ada warga yang merujuk bau menyengat yang diduga mayat dari reruntuhan puing bangunan akibat gempa. “Seadanya kita ini dengan alat sederhana. Lihat saja sendiri, bantuan minim. Kita juga lihat yang bau menyengat dari bangunan-bangunan runtuh,” kata Afdal dalam wawancara dengan tvOne, Minggu, 30 September 2018. Afdal menceritakan dirinya juga saat ini masih mencari lima anggota keluarganya yang belum ditemukan. Salah seorang di antaranya merupakan keponakan yang masih berusia dua tahun. “Dari keluarga itu sementara lima orang. Ada keponakan umur dua tahun. Tante saya sudah ditemukan 200 meter dari rumahnya. Tapi, sudah jadi mayat,” jelas Afdal. Kemudian, ia kembali menceritakan peristiwa gempa yang mencekam pada Jumat sore, 28 September 2018. Ia bilang, gempa tersebut bertepatan dengan warga saat ingin salat Maghrib. Namun, tak lama berselang suaraair bergelombang tsunami langsung meluluhlantakan rumah-rumah di dekat pantai. “Itu saya langsung ajak tiga anak saya lari ke luar rumah. Rumah saya hanya 150 meter dari pinggir pantai,” tutur Afdal.

Basarnas butuh alat-alat seperti ini untuk bantu cari korban gempa (google.com)


Basarnas Butuh Alat Berat Cari Korban Di Bawah Reruntuhan
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengirimkan alat berat sebagai bantuan untuk mengevakuasi korban reruntuhan gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI, M Syaugi, mengatakan pihaknya saat kewalahan mengevakuasi korban lantaran keterbatan peralatan. “Jadi yang diperlukan tim Basarnas di lokasi gempa Palu itu alat berat. Karena kalau kekuatan manusia itu belum cukup jadi kita butuh alat berat,” kata Syaugi, di Bandara Lanud Hasanudin Makassar, Sabtu malam, 29 September. Syaugi mengaku sudah memerintahkan beberapa basarnas daerah mengirim tim bantuan ke Palu. Mulai dari SAR Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Gorontalo. Tim dan bantuan alat berat itu diperkirakan baru sampai pada Sabtu malam, 29 September 2018. “Dari kemarin malam itu saya sudah perintahkan kapal-kapal kantor SAR dari daerah-daerah itu untuk menuju ke Palu, semuanya ke sana,” jelas Syaugi. Sebelumnya, usai melakukan kunjungan ke Donggala dan Palu, M. Syaugi menegaskan perlunya alat berat untuk mengevakuasi korban gempa yang masih tertimbun reruntuhan gempa. Kondisi pasca gempa dan tsunami cukup parah karena disertai reruntuhan bangunan yang cukup besar. Hal ini yang menyulitkan tim evakuasi melakukan pertolongan tanpa alat berat. “Di sana cukup parah yang diperlukan adalah alat berat karena banyak bangunan runtuh cukup besar dan berat,” jelas Syaugi di Palu, Sabtu, 29 September 2018.

Wapres JK khawatir korban terus bertambah seperti di Aceh (vivanews.com)


Pengalaman di Aceh, Wapres JK Khawatir Korban di Palu Terus Bertambah
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah akan menyiapkan segala kebutuhan para korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu sore, 29 September 2018, mencatat ada setidaknya 384 korban jiwa akibat bencana yang terjadi Jumat kemarin, 28 September 2018. “Nanti apa yang dibutuhkan (para korban), pemerintah akan siapkan,” ujar JK saat transit di bandara di Hong Kong dalam perjalanan pulang ke Indonesia usai mengikuti Sidang Umum PBB di New York, AS. Pernyataan tersebut dikutip dari keterangan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres). Menurut JK, bangsa Indonesia sangat terkejut atas bencana yang diawali gempa dengan magnitudo 7,4. Upaya tanggap darurat segera dilakukan usai bencana, termasuk dengan kehadiran sejumlah perwakilan pemerintah pusat yang mengkoordinir pelaksanaannya di sana. “Kita tentu sangat terkejut, maupun bersedih dan bersimpati seluruh bangsa ini. Tetapi akan sangat membantu,” ujar JK. Lebih lanjut, JK juga memprediksi jumlah korban jiwa akan tercatat terus bertambah seiring berjalannya tanggap darurat. JK menyampaikan pengalamannya menanggulangi bencana tsunami di Aceh pada 2004. Bencana tersebut pada akhirnya dinyatakan hingga 280.000 orang meninggal dunia. Pada hari-hari pertama bencana, jumlah korban yang meninggal dunia dinyatakan hanya ada pada kisaran puluhan hingga ratusan orang saja. “Itu (jumlah korban jiwa tsunami Palu) bisa sampai 1.000, ribuan. Biasa itu. Hari pertama waktu tsunami Aceh ada yang bilang ke saya hanya tujuh (korban jiwa). Jam pertama. Sore dia bilang 40,” ujar JK.
Sumber: Vivanews.com

Berita ini sudah dilihat 70 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 292
  • Page views today : 317
  • Total visitors : 546,013
  • Total page view: 1,131,230