Connect with us
Update Now

Uncategorized

Pilgub Kalsel Tak Ada Jalur Perseorangan, Saatnya Gugat Ke MK Terkait Rumitnya Persyaratan

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 406,964 kali

SAHIBAR POLITIK – Rumitnya persyaratan perseorang sekaligus banyaknya KTP yang harus dikumpulkan, plus berbagai tetek bengek lainnya, membuat taka da yang sanggup mendaftar via jalur independent. Sedangkan jalurpolitik relative sangat mudah,yang rumit hanya memperoleh rekomendasi parpol yang sudah bukan rahasia lagi, yakni membutuhkan ‘duit mahar’ yang jumlahnya bisa fantastis. Inilah yang membuat menguatnya wacana akan harus ada warga yang menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), terkait persyaratan independent ini. Pasalnya, sejak dibuka pada 16 Februari tadi hingga kemarin, tak satu pun kandidat yang menyerahkan syarat dukungan ke Sekretariat KPU Kalsel. “Belum ada yang datang menyerahkan dokumen syarat dukungan. Tak ada juga yang konfirmasi ke kami (KPU Kalsel),” terang Sekretaris KPU Kalsel, Basuki kemarin. Jadwal tahapan penyerahan syarat dukungan bakal calon perseorangan sendiri dibuka hingga 20 Februari mendatang. Di luar jadwal tersebut, KPU Kalsel tak akan menerima. “Pada 20 Februari nanti, kami tunggu hingga pukul 24.00,” ujar Basuki. Padahal, pada pertengahan Januari tadi, ada salah satu kandidat yang datang untuk meminta user name di sistem pencalonan (Silon) KPU RI. Dia adalah pasangan Edi Suryadi dan Muhammad Irbas. Pasangan ini bahkan sudah menyerahkan surat mandat petugas penghubung untuk keperluan pendaftaran, penelitian administrasi, verifikasi faktual dan penetapan peserta pemilu 2020 kepada Ariadi Prasetya. Ariadi dipercayakan juga sebagai orang yang nantinya mengemban tugas menginput syarat dukungan di akun Silon KPU RI. “Kami masih menuggu. Semoga saja ketika ada, tak menyerahkan di detik akhir,” harap Basuki. Maklum, jika menyerahkan di detik akhir, dipastikan akan kerepotan. Pasalnya, jumlah syarat dukungan yang diserahkan tak sedikit. Minimal sebanyak 243.880 lembar copy KTP. Tak hanya itu, kandidat juga diwajibkan menyerahkan pernyataan dukungan dari warga yang mendukung. Pernyataan dukungan tersebut berupa formulir B1 KWK. “Kami akan hitung satu persatu,” tukasnya. Seperti diketahui, Edi sendiri pada Pileg lalu mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI di Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan 1 yang meliputi Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong. Sayangnya, kala itu dia gagal dan kalah bersaing dengan perolehan suara kandidat lain. Dari data KPU Kalsel. Pada Pileg tersebut, Edi memperoleh suara sah sebanyak 9.834. Suara sah tersebut dia peroleh paling banyak di Kabupaten Tabalong sebanyak 2.204 disusul Kabupaten Banjar 2.087 suara saja, Barito Kuala 1.519 suara sah, Hulu Sungai Tengah 1.386 suara sah, Hulu Sungai Utara 795 suara sah, Hulu Sungai Selatan 662 suara sah, Tapin 648 suara sah dan Balangan sebanyak 533 suara sah. Dikonfirmasi soal ini, Edi masih belum mau berkomentar. Dia mengatakan tunggu saja akan menyampaikan keterangan. “Tunggu saja nanti ada dikabari,” ujar Edi singkat menjawab pesan Whats App kemarin.
Sumber: kalsel.prokal.co dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 60 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 98
  • Page views today : 116
  • Total visitors : 553,429
  • Total page view: 1,139,847