Connect with us
Update Now

Politik

Pilgub Kalsel: Denny ‘Tembak’ Birin Bak Baru Nyalon, Muhidin Sebut Denny Suka Menyalahkan

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 410,585 kali

Debat Pilgub di pamungkas dimanfaatkan Denny 'menyerang' paslon petahana yang dibilang mirip baru nyalon (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, POLITIK –  Adu gagasan dan saling bantah mewarnai debat final calon gubernur dan wakil Gubernur Kalimantan Selatan antara pasangan Sahbirin Noor – Muhidin dan Denny Indrayana, Sabtu (28/11/2020) malam di stasiun TVRI Kalsel.

Sesi pertama, berkaitan dengan Sumber Daya Alam dan Energi yakni bidang Kelautan dan Perikanan. Paslon nomor urut 1 Sahbirin Noor – Muhidin mengatakan, pemerintah provinsi telah berkomitmen memperhatikan terkait Kelautan dan Perikanan. Dengan dikeluarkannya Perda 13 tahun 2018 Tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan atau Pulau-Pulau Kecil.

“Sesuai dengan potensinya termasuk perlindungan kawasan konservasi seperti terumbu karang dan hutan bakau. Pemerintah juga melaksanakan sentra kelautan dan perikanan terpadu di tanah bumbu dan kota batu untuk mengintegrasikan perikanan kelautan,” ujar calon gubernur petahana, Sahbirin Noor.

Jalan Mulus Kiram Mencuat, Debat Pamungkas 2 Cagub Kalsel Sempat Memanas -  PILKADA KALSEL | RRI Banjarmasin |

Pasangan petahana di sebut H Denny bak baru nyalon, karena banyak program terdahulu tak jalan (dok, RRI)

Sementara itu, pasangan calon nomor urut dua menilai pemerintah daerah belum begitu memperhatikan secara konkret masalah Kelautan dan Perikanan. Bahkan Denny mengatakan sumber daya kelautan adalah sumber daya terlupakan.

“Kami menyayangkan anggaran perikanan turun 85 persen. Ke depan ini tidak boleh terjadi lagi,” sanggahnya. Denny mengatakan persaingan antara nelayan kecil yang kekurangan modal mengeluhkan kalah dengan nelayan modern. Hal ini menurut Denny, akan berdampak pada tangkapan ikan bagi nelayan kecil.

Calon wakil Gubernur Kalsel, H Muhidin menyebut apa yang dilakukan pemerintah dinilai selalu salah oleh Denny Indrayana. Pernyataan itu dilontarkan Muhidin saat menanggapi Denny Indrayana menjawab pertanyaan moderator terkait potensi pemenuhan energi bersih dan terjangkau.

Denny menilai selama Sahbirin Noor menjabat sebagai Gubernur Kalsel, belum ada inovasi dalam energi listrik yang ramah dan terjangkau bagi masyarakat. “Kita ini penghasilan batubara ratusan juta ton dan turun 2020 69 koma sekian juta ton. Tetapi ada mati listrik di lumbung batu bara, ini ada yang salah,” sebutnya.

Ia juga mengkritisi kinerja Sahbirin Noor yang kembali mengincar kursi periode kedua sebagai sebagai Gubernur Kalsel. Denny mempertanyakan energi terbarukan yang belum dilakukan pemerintah Kalsel.

Debat Pilkada Kalsel 2020, Denny Indrayana Soroti Konflik Agraris - Kabar24  Bisnis.com

H Denny ngegas dalam debat pamungkas, sampai-sampai Cawagub Nomor urut 1, Muhidin sebut Denny hanya bisa menyalahkan, tapi tak punya solusi untuk Kalsel (dok, RRI)

“Pak Sahbirin tadi bicara Tenaga Surya kan. Pertanyaannya sudah hampir 5 tahun, kok masih kaya calon gitu, ini petahana. Dalam 5 tahun apa yang direncanakan,” sebut Denny dalam debat. Menurutnya, Kalsel mempunyai potensi sumber daya alam terbarukan yang ramah lingkungan, seperti listrik tenaga air dan angin.

“Minta maaf pak Sahbirin, tentu itu menunjukkan ada keterlambatan dalam energi terbarukan di Kalimantan Selatan. Tentu ini harus kita koreksi dengan langkah tegas ke depan,” imbuhnya sekaligus menutup dalam menanggapi pertanyaan moderator.

Menanggapi tudingan itu Sahbirin Noor membantah dengan argumentasi bahwa pemerintah Provinsi Kalsel telah memulai energi terbarukan bekerjasama dengan sejumlah pihak. Hal tersebut juga telah disampaikannya saat pemaparan visi – misi berkaitan dengan tema debat yakni Kesehatan, Infrastruktur, Sumber Daya Alam dan Energi.

Sebut Sahbirin, energi terbarukan yang telah dilakukan tersebut diantaranya bio solar dari kelapa sawit, pembangkit listrik tenaga angin 70 Megawatt dalam proses pembangunan di Tanah Laut. “Jadi, apakah telinga anda mendengarnya salah. Kita tadi mengatakan bukan baru akan membangun persoalan tenaga terbarukan seperti yang anda sebutkan,” ujar Paman Birin sapaan akrab calon gubernur petahana.

“Yang jelas energi terbarukan, pembangkit tenaga air PLTA di bendungan Tapin, Bendungan Kusan di Tanah Bumbu, Bendungan Riam Kiwa, Bendungan Kina, Bendungan Jaro, dan Bendungan Pancur Hanang, banyak sekali. Jadi bukan bicara akan, kecuali anda baru akan,” imbuhnya.

Sahbirin menegaskan apabila terpilih kembali maka ia dan Muhidin berkomitmen melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan. Di periode kedua, tegas Paman Birin adalah penguatan. Sementara itu, calon wakil Gubernur Kalsel Muhidin menambahkan bahwa alangkah bagusnya debat diisi dengan adu argumentasi dan visi misi pemecahan masalah di bumi Lambung Mangkurat. Ia menyayangkan pasangan calon nomor 2 lebih suka menyalahkan kinerja pemerintah.

“Masyarakat bisa menilai ini, menyalahkan kami terus sampai saat ini menyalahkan kami. Padahal menyiapkan visi misi ini supaya masyarakat, oh inilah yang patut kami pilih,” ucapnya. Bahkan Muhidin mengatakan data-data yang disebut Denny Indrayana tidak seimbang hanya beracuan BPS. Ia juga menyayangkan paslon nomor urut dua tersebut tidak menggali data dari dinas terkait di Pemerintah Provinsi Kalsel.

Sumber: klikkalsel.com dan berbagai sumber (dengan judul: Debat Final : Muhidin Sebut Denny Indrayana Suka Menyalahkan, Datanya Tak Seimbang)

Berita ini sudah dilihat 287 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip