Connect with us
Update Now

Dunia

Pesawat Boeing Memang Bermasalah, Temukan Keretakan pada 38 Pesawatnya di Seluruh Dunia

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 99,187 kali

Banyaknya kasus kecelakaan yang menimpa pesawat jenis Boeing bikin pembeli banyak yang batalkan pesanan (dok, Berita Trans.com)


Dunia – Perusahaan pesawat milik Amerika Serikat, Boeing ternyata belum juga bisa keluar dari masalah. Setelah banyak pembeli membatalkan pesanan pesawatnya hingga memecat ribuan karyawannya, kini Boeing Co mengatakan pada Kamis (10/10), perusahaan-perusahaan penerbangan telah melakukan inspeksi terhadap 810 pesawat Boeing 737 NG di seluruh dunia. Mereka menemukan ada 38 retakan struktural yang mengharuskan ada perbaikan dan bagian yang terkena dampak untuk diganti. Boeing dan beberapa pejabat maskapai penerbangan mengatakan pesawat-pesawat itu telah dikandangkan sampai selesai diperbaiki. Hampir lima persen hasil pemeriksaan menemukan ada retakan di sebuah “garpu”, yaitu bagian yang menempelkan badan pesawat ke susunan sayap dan yang mengatur kekuatan. Pesawat 737 NG adalah jenis 737 generasi ketiga dan versi yang dikeluarkan sebelum 737 MAX yang saat ini dilarang terbang. Jenis 737 MAX tidak mengalami masalah keretakan. Pada Rabu, Southwest Airlines Co dan Gol Linhas Aereas Brazil mengandangkan sedikitnya 13 pesawat 737 NG. Hal itu setelah badan pengatur penerbangan AS memerintahkan agar pemeriksaan segera dilakukan dengan teliti. Badan pengatur tersebut, FAA (Federal Aviation Administration), pekan lalu meminta para pengguna pesawat untuk memeriksa secara seksama 165 pesawat jenis 737 NG keluaran lebih lama untuk mencari kemungkinan ada retakan. Juru bicara Southwest Brandy King mengatakan bahwa, dari sedikitnya 200 pesawat yang kerap digunakan, ditemukan ada dua pesawat yang mengalami keretakan. Kedua pesawat itu sudah dikandangkan. Brandy menolak mengatakan apakah retakan-retakan itu ditemukan di pesawat lainnya. “Kami tidak punya kerangka waktu soal kapan pesawat-pesawat itu bisa kembali beroperasi, kami sedang bekerja sama dengan Boeing untuk menjadwalkan perbaikan,” kata Brandy. Pengulas dari lembaga Raymond James, Savanthi Syth, menulis dalam catatan penelitian pada Kamis (11/10) bahwa temuan dari pemeriksaan terhadap 737 NG kemungkinan akan menurunkan kapasitas layanan penerbangan sebesar empat persen antara pertengahan Oktober dan pertengahan Desember. Pesawat yang mengalami keretakan “kemungkinan perlu dikeluarkan dari armada hingga 60 hari untuk menjalani perawatan,” kata Syth.
Sumber: republika.co.id, antara.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 36 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

97 − 88 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 184
  • Page views today : 207
  • Total visitors : 527,921
  • Total page view: 1,111,281