Connect with us
Update Now

Hulu Sungai Selatan

Pertama Kali Di Kalsel, Petani Telaga Langsat HSS Yakin Bisa Panen tiga Kali Setahun

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 124,324 kali

Bupati HSS saat di Telaga Langsat (dok, tribunnews)

BêBASbaru.com, HULU SUNGAI SELATAN  – Kelompok Tani Talipuk, Desa Mandala Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan penggunaan teknologi pertanian seperti handtraktor dan alat mesin pertanian lainnya serta didukung sistem irigasi yang baik memudahkan petani di desa tersebut bercocok tanam. Ketua Kelompok tani tersebut, Rusmaji mengatakan, bekerjasama dengan pemerintah kabupaten, pihaknya berhasil meningkatkan hasil panen tiap tahun. “Kami Sudah melihat potensi di lapangan, sudah mampu melaksanakan IP-300 karena kelancarakan air terjamin. Pola tanam juga sudah teratur sesuai bulan, yaitu Oktober dan November. Kemudian tanam berikutnya Februari sampai Maret 2021 mendatang,”kata Rusmaji  saat melaksanakan tanam padi kedua, di Kamis 23 Juli 2020 lalu, yang dihadiri BupatI HSS, Forkopimda serta Kepala Dinas Pertanian HSS dan Kepala Dinas PU dan Tata Ruang serta Camat Telaga Langsat.  Syukuran tanam padi yang ke-2 (IP-200)juga dirangkai menyerahan bantuan satu unit traktor kepada Kelompok Tani Talipuk. Bupati HSS H Achmad Fikry mengatakan, pada syukuran tanam padi IP-200 untuk kelompok tani Talipuk rencananya  ada 25 hektare yang ditanam. Sawah seluas itu memanfaatkan air dari irigasi Telaga Langsat, sehingga mereka bisa mengatur tanam ini IP-200 target sampai IP-300,”jelas Fikry.  Kelompok Tani Talipuk sendiri  mengharapkan dukungan Pemkab HSS agar persawahan mereka yang 25 hektar menjadi IP-300. IP atau Indeks Pertanaman adalah rata-rata masa tanam dan panen dalam satu tahun pada lahan yang sama. Optimalisasi lahan berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air, iklim, tanah, serta  unsur lainya melalui perbaikan pola tanam, baik padi maupun tanaman lainnya. IP-300 artinya, lahan pertanian dapat melakukan penanaman tiga kali dalam setahun.  Menurut Fikry,  kemampuan masa tanam yang terus meningkat meyakinkan bahwa  ditengah pandemi covid-19 petani terus berusaha meningkatkan produktifitas hasil pertaniannya. “Ini merupakan wujud konsep ketahanan pangan di HSS. Kami akan terus memberikan dukungan dan support kepada kelompok tani Talipuk,”katanya.   Diharapkan, 25 hektar  lahan sawah itu betul-betul menjadi IP-300. Sebab, jika menjadi IP-300  akan terus diberi fasilitas alat panen. “Begitu alat panen ada, lahannya bisa diolah langsung dan tanam lagi jadi waktu bisa kita maksimalkan’’,tambahnya. Sementara, Kepala DInas Pertanian HSS Muhammad Noor mengatakan, ada beberapa permintaan  kelompok tani untuk kegiatan IP-300.  “Ssemacam percontohan karena memang di 2021 pemerintah sudah memprogramkan  bantuan-bantaun baik dari APBD Provinsi maupun APBN yang diarahkan  untuk kegiatan tanam padi IP-200 dan IP-300 dalam rangka mengejar  produksi dan luas tanah, “katanya.  Sesuai laporan Ketua kelompok tani Talipuk, kata M Noor, ada peningkatan produksi padi  dari 5,2 ton  per hectare di tahun 2020 menjadi 6,3 ton per hektar. “Alhamdulillah ini berkat jerih payah para  petani dalam menerapkan teknologi dan kawan-kawan penyuluh di lapangan,’’ucapnya.

sumber : banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Jamin Pola Tanam Sudah Teratur, Petani Telaga Langsat HSS Yakin Bisa Panen tiga Kali Setahun)

Berita ini sudah dilihat 105 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 265
  • Page views today : 311
  • Total visitors : 531,852
  • Total page view: 1,115,666